HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Sebuah kisah inspiratif dari sosok seorang personel Polres Sukoharjo menjadi bukti nyata dedikasi tanpa batas dan pengorbanan tulus dalam menjaga keamanan masyarakat.
Sosok tersebut adalah Bripka Rofiq Agung Hartono, Banit Reskrim Polsek Kartasura, seorang insan Bhayangkara yang telah mengabdikan lima tahun hidupnya untuk mengungkap berbagai kasus kejahatan. Ia mengalami cedera serius saat melaksanakan tugas.
Rofiq yang saat ini duduk di kursi roda lantaran masih dalBrpka am masa penyembuhan, mendapat penghargaan dari Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo. Luka yang dialami jadi semacam ‘medali’ tak terlihat atas keberaniannya dan dedikasinya dalam menjalankan tugas di fungsi reserse.
Cedera serius itu didapat Rofiq sekira satu bulan lalu, tepatnya pada, 20 Mei 2025, saat dirinya bersama tim Operasi Aman Candi 2025 berupaya menangkap pelaku penganiayaan dalam rangka pemberantasan aksi premanisme di Kelurahan Wirogunan, Kartasura.
Dalam penangkapan tersebut, Rofiq sempat mendapatkan perlawanan dari pelaku. Meski mengalami sejumlah luka dan didera rasa sakit yang luar biasa akibat perlawanan, Rofiq akhirnya berhasil melumpuhkan pelaku.
“Peristiwa ini tidak membuat saya trauma. Saya tidak menyesal sama sekali. Ini adalah risiko yang saya pahami sejak awal memilih profesi ini. Dan saya bangga bisa berkontribusi dalam menjaga keamanan masyarakat, meskipun harus dibayar dengan cedera ini,” kata Rofiq usai menerima penghargaan dari Kapolres.
Diagnosa dokter menunjukkan patah tulang pada jari tengah di tangan kiri dan tempurung lutut kaki kanan yang pecah, kondisi tersebut memerlukan tindakan operasi segera dan rehabilitasi.
Dalam kondisi seperti itu, Rofiq tetap memiliki semangat, didukung penuh keluarga serta perhatian luar biasa dari institusi Polri. Ia bersyukur proses operasi untuk pemulihan berjalan lancar.
“Alhamdulillah sudah dioperasi, dan Insya Allah bisa segera kembali pulih. Saya merasa bangga menerima penghargaan dari Bapak Kapolres. Penghargaan ini menjadi pengingat akan perjuangan yang masih harus saya jalani,” pungkasnya. (Sapto/SKH)



