menu search

Kirab Budaya dan Jamasan Gangsa Sriwedari Jadi Simbol Pelestarian Budaya, Ketua FBM Beri Apresiasi

Jamasan Gangsa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bentuk doa bersama agar seluruh aktivitas seni dan budaya di Gedung WO Sriwedari

Selasa, 07 Juli 2026, 20:35 WIB

HARIANKOTA.CO, Solo – Ketua Forum Budaya Mataram (FBM) sekaligus tokoh masyarakat Kota Solo, BRM Kusumo Putro, mengapresiasi penyelenggaraan Kirab Budaya dan Jamasan Gangsa (Gamelan) di Gedung Wayang Orang (WO) Sriwedari yang digelar Pemerintah Kota Surakarta bersama berbagai komunitas budaya, Selasa (7/7/2026) sore.

Menurut Kusumo, tradisi yang rutin digelar setiap bulan Suro tersebut menjadi bentuk nyata komitmen dalam melestarikan warisan budaya peninggalan Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono (PB) X.

Prosesi kirab dan jamasan juga dinilai sebagai penghormatan kepada para leluhur sekaligus upaya menjaga eksistensi budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.

“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Rangkaian jamasan menyucikan gamelan pusaka peninggalan PB X, di antaranya Kyai Bagus, Nyai Denok, dan Kyai Slamet,” ujar Kusumo.

Kusumo yang juga menjabat Penasihat Forum Komunitas Masyarakat Sriwedari (Foksri) serta Ketua Dewan Penyelamat dan Pemerhati Seni Budaya Indonesia (DPPSBI) berharap sinergi antara pemerintah, komunitas budaya, pelaku UMKM, dan masyarakat terus diperkuat sehingga penyelenggaraan Kirab Budaya dan Jamasan Gangsa dapat dikemas lebih meriah dan menjadi agenda budaya unggulan Kota Solo.

“Semoga ke depan acara ini semakin besar, semakin meriah, dan terus memperkuat Solo sebagai Kota Seni dan Budaya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengatakan ritual Jamasan Gangsa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bentuk doa bersama agar seluruh aktivitas seni dan budaya di Gedung WO Sriwedari senantiasa mendapat perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Astrid, tradisi yang diwariskan sejak masa PB X tersebut memiliki makna spiritual yang mendalam sekaligus menjadi ikhtiar menjaga keberlangsungan kesenian tradisional. Ia berharap WO Sriwedari terus berkembang, memberi manfaat bagi para seniman, serta semakin diminati masyarakat, khususnya generasi muda.

 

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward