menu search

Rektor Univet Bantara Sukoharjo Didemo Mahasiswa, Ini Tuntutannya

Mereka mendesak rektor menindaklanjuti sejumlah persoalan kampus

Senin, 31 Agustus 2026, 20:28 WIB

HARIANKOTA.CO, Sukoharjo—Sekira 30 mahasiswa Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar aksi demo di depan Auditorium Kampus, Senin (31/8/2026).

Mereka mendesak rektor menindaklanjuti sejumlah persoalan kampus, mulai transparansi dana KKN hingga fasilitas pembelajaran.

Mahasiswa membentangkan spanduk berisi kritik dan tuntutan terhadap manajemen kampus. Presiden Mahasiswa Univet Bantara, Rifais Wita Mandala, mengatakan aksi tersebut dipicu persoalan yang dinilai belum mendapat penyelesaian.

“Tuntutan utama kami berkaitan dengan transparansi dana KKN serta penurunan kuota wisuda dari tahun ke tahun,” ujar Rifais.

Mahasiswa semester VII Program Studi Teknologi Pendidikan itu juga menyoroti ketimpangan fasilitas antar ruang kelas kampus. Ruang kelas, AC, dan koneksi Wi-Fi disebut masih menjadi persoalan.

“Ruang kelas masih kurang memadai, AC tidak dingin, dan koneksi Wi-Fi sering mengalami kendala atau lag. Di beberapa gedung fasilitasnya sudah pantas, tetapi di gedung lain masih sangat kurang,” katanya.

Rifais turut mempertanyakan capaian target dan evaluasi kinerja rektor. Ia menilai manajemen kampus lebih menonjolkan branding ke luar dibandingkan pemenuhan kenyamanan dan kebutuhan dasar mahasiswa.

Aksi tersebut kemudian direspons Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., melalui dialog dengan mahasiswa. Farida menyatakan pihak rektorat terbuka terhadap kritik dan aspirasi mahasiswa.

Menurut Farida, persoalan anggaran sarana-prasarana dan beasiswa merupakan kewenangan yayasan. Rektorat, kata dia, akan mengawal tuntutan mahasiswa dan meneruskannya kepada yayasan melalui surat resmi.

“Untuk pengelolaan anggaran sarana-prasarana dan beasiswa itu domainnya ada di yayasan. Kami dari rektorat akan mengawal dan meneruskan aspirasi ini dengan bersurat ke pihak yayasan,” jelas Farida.

Terkait kekhawatiran mahasiswa mengenai penurunan jumlah mahasiswa baru, Farida menyebut kondisi PMB masih stabil. Hingga Senin, tercatat sekitar 760 mahasiswa baru dan proses penerimaan masih dibuka hingga September.

Dialog ditutup dengan kesepakatan agar penyampaian aspirasi berikutnya dilakukan melalui audiensi dan surat resmi kepada rektorat maupun yayasan.(SKH)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward