HARIANKOTA.CO. Sukoharjo – Bidpropam Polda Jawa Tengah menggelar Penegakan, Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) di Polres Sukoharjo, Selasa (11/8/2026). Pemeriksaan menyasar kedisiplinan personel, potensi penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga kualitas pelayanan publik.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu dipimpin Kabidpropam Polda Jateng Kombes Pol Saiful Anwar bersama jajaran Bidpropam Polda Jateng.
Pemeriksaan diawali dengan penertiban kelengkapan kendaraan anggota, kemudian dilanjutkan pemeriksaan seragam dinas, sikap tampang, identitas dan dokumen pribadi seperti KTA, KTP, NPWP serta SIM.
Bidpropam juga memeriksa telepon seluler anggota untuk mendeteksi aktivitas judi online dan pinjaman online. Pemeriksaan urine dilakukan sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkoba.
Dari pemeriksaan disiplin personel, petugas menemukan sejumlah ketidaksesuaian, antara lain penggunaan gampol yang tidak lengkap dan anggota dengan rambut panjang.
Sasaran pemeriksaan tidak berhenti pada personel. Tim Bidpropam turut mengecek gudang senjata api dan amunisi, rutan, kebersihan mako serta sejumlah titik pelayanan publik, yakni SPKT, pelayanan SKCK Sat Intelkam, Satpas dan Call Center 110.
Dalam arahannya, Saiful meminta para perwira memperkuat pengawasan melekat terhadap anggota. Ia menegaskan setiap personel wajib menjaga diri dari pelanggaran pidana, kode etik maupun disiplin, termasuk narkoba dan judi online.
“Jangan sampai kita bikin pelanggaran yang sifatnya pidana, kode etik dan disiplin. Contohnya narkoba,” tegas Saiful.
Ia juga mengingatkan personel agar menghindari judi online dan gaya hidup berlebihan yang dapat berdampak terhadap kehidupan pribadi maupun kedinasan.
Menurut Saiful, pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan formal. Gaktibplin juga akan dilanjutkan ke Polsek jajaran Polres Sukoharjo untuk memastikan disiplin personel dan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai aturan.
“Laksanakan Gaktibplin setiap hari tidak hanya formalitas saja memenuhi laporan, laksanakan tes urine dan kuatkan dengan pengawasan melekat dari pimpinannya,” ujarnya.
Selain penegakan disiplin internal, Bidpropam menaruh perhatian pada pelayanan publik. SPKT menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena merupakan pintu awal masyarakat mendapatkan pelayanan kepolisian.
Saiful menegaskan perilaku anggota di tengah masyarakat turut menentukan kepercayaan publik terhadap Polri. Karena itu, seluruh personel diminta menjaga profesionalitas dan menghindari tindakan yang berpotensi mencoreng institusi.
“Jadilah polisi yang bermanfaat, jadilah manusia yang bermanfaat karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.(SKH)






