menu search

2 Oknum Warga Asli Desa Pondok Diduga Provokasi Penutupan Drainase, Pendatang Khawatir Kebanjiran

Pemerintah diharapkan memastikan keberadaan fasilitas drainase tidak dikorbankan akibat kepentingan atau tekanan dari oknum tertentu

Jumat, 21 Agustus 2026, 19:39 WIB

HARIANKOTA.CO, Sukoharjo — Dua oknum warga Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, berinisial DL dan WD, diduga memprovokasi penutupan saluran drainase di RW 05. Warga pendatang khawatir tindakan itu memicu genangan saat hujan.

Keluhan tersebut disampaikan warga pendatang yang tinggal di RW 05 Desa Pondok. Mereka menilai keberadaan drainase sangat penting untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mencegah genangan di kawasan permukiman.

DL disebut merupakan warga RT 01, sedangkan WD berasal dari RT 02. Keduanya diduga ngotot meminta saluran drainase yang berada di depan rumah warga pendatang ditutup.

Warga khawatir penutupan saluran tersebut justru menghambat aliran air ketika hujan deras. Kondisi itu berpotensi menyebabkan air menggenang di jalan lingkungan maupun sekitar rumah warga.

Seorang ibu rumah tangga berinisial FS mengaku keberatan dengan adanya dugaan upaya penutupan drainase tersebut. Ia merasa sebagai warga pendatang tidak mendapatkan perlakuan yang sama dalam pemenuhan fasilitas dasar lingkungan.

“Kami merasa didzalimi oleh oknum warga tersebut yang meminta agar saluran drainase di RW 05 Desa Pondok ini ditutup. Kami berharap tidak ada pembedaan antara warga pendatang baru dan warga lama,” ujar FS, Jumat (21/8/2026).

Menurut FS, persoalan drainase bukan semata kepentingan pribadi. Saluran air merupakan fasilitas lingkungan yang dibutuhkan masyarakat untuk mengantisipasi genangan dan menjaga kondisi permukiman.

Ia meminta pemerintah desa maupun pemerintah daerah turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Pemerintah diharapkan memastikan keberadaan fasilitas drainase tidak dikorbankan akibat kepentingan atau tekanan dari oknum tertentu.

FS berharap penyelesaian dilakukan secara adil dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan sehingga tidak ada warga yang merasa dirugikan, termasuk warga pendatang yang telah menjadi bagian dari masyarakat Desa Pondok.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan pihak desa terkait DL dan WD yang diduga memprovokasi permintaan penutupan drainase tersebut.(SKH)

 

 

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward