menu search

Audit Mutu Internal UMS 2026 Dimulai, Program Kerja Seluruh Unit Jadi Sorotan

Audit tahunan tersebut dilakukan Badan Penjaminan Mutu UMS dengan menyasar program studi, badan, lembaga, hingga unit kerja universitas

Kamis, 13 Agustus 2026, 19:59 WIB

HARIANKOTA.CO, SukoharjoUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Audit Mutu Internal (AMI) 2026 terhadap seluruh unit di lingkungan universitas untuk memastikan program kerja berjalan sesuai rencana sekaligus memperkuat penjaminan mutu dan akreditasi.

Audit tahunan tersebut dilakukan Badan Penjaminan Mutu UMS dengan menyasar program studi, badan, lembaga, hingga unit kerja universitas. Proses audit mencakup pemeriksaan pelaksanaan program berdasarkan rencana strategis dan kegiatan tahunan masing-masing unit.

Auditor AMI UMS Prof. Kuswaji Dwi Priyono mengatakan, audit diperlukan untuk memastikan setiap program yang direncanakan benar-benar diimplementasikan sekaligus mengidentifikasi berbagai catatan yang perlu diperbaiki.

“Sehingga setiap kegiatan itu dengan diawali penyusunan rencana strategis, masing-masing prodi, masing-masing lembaga, itu kemudian melaksanakan segenap kegiatan tahunannya untuk implementasi dari yang ditetapkan itu,” kata Kuswaji usai mengaudit Sekretariat Universitas, Kamis (13/8/2026).

Menurut dia, hasil audit dapat menghasilkan temuan minor, mayor maupun observasi. Catatan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi setiap unit untuk memperbaiki pelaksanaan program dan meningkatkan kualitas tata kelola.

Dari audit terhadap Sekretariat Universitas, sebagian besar kegiatan dinilai telah berjalan baik dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan UMS. Namun, auditor masih menemukan sejumlah hal yang perlu diperkuat.

Salah satunya terkait implementasi nota kesepahaman atau MoU. Kuswaji menilai sejumlah kerja sama yang telah ditandatangani perlu ditindaklanjuti secara lebih terintegrasi agar tidak berhenti pada dokumen, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi universitas.

Sekretaris Universitas UMS Andy Dwi Bayu Bawono mengatakan, pelaksanaan AMI menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus mengidentifikasi pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

Ia menyebut sejumlah target Sekretariat Universitas telah terlampaui, termasuk penyusunan sejumlah peraturan di tingkat rektorat.

“Beberapa hal terlampaui. Misalnya dalam konteks penyusunan peraturan yang kemarin diamanatkan kepada kami. Beberapa memang masih ada proses tetapi pastinya itu terlampaui,” ujarnya.

Menurut Andy, sejumlah peraturan yang menjadi pekerjaan rumah telah selesai disusun, sementara sebagian lainnya memasuki tahap diseminasi.

Selain bidang regulasi, Sekretariat Universitas juga mencatat capaian di bidang hubungan masyarakat. Kinerja Humas UMS antara lain tercermin dari capaian dalam Webometrics dan penghargaan kehumasan tingkat LLDIKTI Wilayah VI.

Andy menegaskan, hasil positif tersebut tidak membuat UMS berhenti melakukan pembenahan. Ke depan, Sekretariat Universitas akan memperkuat kolaborasi dengan unit lain, khususnya Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional dalam pengelolaan serta implementasi dokumen kerja sama.

AMI 2026 menjadi instrumen evaluasi internal UMS untuk memastikan setiap unit tidak hanya menjalankan program sesuai rencana, tetapi juga terus memperbaiki kinerja dan memberikan dampak terhadap peningkatan mutu universitas.(SKH)

 

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward