HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Harun Joko Prayitno, menegaskan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (ALPTK PTMA) Berbasis Outcome Based Education (OBE) menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi pendidikan guru di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Harun yang juga menjabat sebagai Ketua ALPTK PTMA saat membuka Rakernas XVII ALPTK PTMA dan ProfunEdu ke-12 Tahun 2026 di Lampung.
Menurut Harun, Rakernas tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarlembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah, tetapi juga forum strategis untuk merumuskan pengembangan pendidikan guru yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
“Melalui Rakernas ini, ALPTK PTMA memperkuat komitmen dalam mengimplementasikan Outcome Based Education atau kurikulum berbasis luaran, meningkatkan kualitas riset pendidikan, serta menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi global dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Ia menambahkan, UMS berkomitmen menjadi pelopor transformasi pendidikan guru melalui penerapan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, penguatan riset, serta peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Rakernas XVII ALPTK PTMA yang digelar di Lampung dihadiri pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia. Forum tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), inovasi pembelajaran, kolaborasi riset, hingga internasionalisasi pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Selain dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, kegiatan itu juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, yang memaparkan arah kebijakan pemerintah terkait pengembangan profesi guru dan peningkatan kualitas pendidikan nasional.(SKH)









