HARIANKOTA.CO, Sukoharjo– Ormas Laskar Umat Islam (LUIS) soroti persoalan maraknya penyalahgunaan distribusi ciu dari industri rumahan di wilayah Kabupaten Sukoharjo yang semestinya dijadikan bahan medis berupa alkohol, justru diperjualbelikan secara bebas dalam wujud minuman keras (miras).
Hal itu disampaikan Endro Sudarsono selaku Sekjen LUIS dalam forum Silaturohim Elemen Islam Sukoharjo bersama Bupati Etik Suryani. Dalam acara itu, ia juga menyoroti perihal perjudian di wilayah Kartasura yang sampai sekarang disebutnya masih berlangsung.
“Intinya dalam forum silaturahmi ini, kami ingin membangun komunikasi sebagai saluran memberi saran dan masukan kepada pemerintah daerah,” kata Endro, usai pertemuan yang digelar di ruang rapat bupati, Senin (8/9/2025).
Menurut Endro, Bupati menyambut baik atas penyampaian beberapa persoalan dan masukan yang diberikan. Beberapa persoalan yang disampaikan sudah ada yang diselesaikan, namun juga ada yang hingga saat ini belum selesai.
“Salah satu contoh yang belum selesai adalah persoalan judi di bekas terminal Kartasura. Itu masih menjadi pertanyaan kami dan warga Kartasura. Tadi disampaikan, nanti dibekas terminal itu akan dibangun masjid dan taman,” kata Endro mengutip keterangan Bupati.
Selain judi, LUIS juga mengkritisi kawasan kumuh padat pemukiman di wilayah Kartasura. Banyak warga yang mengabaikan persoalan kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Menjemur pakaian dalam (CD dan BH) di pinggir jalan. Kami melihat sendiri kondisi itu. Ini mestinya juga harus ada perbaikan penataan supaya lingkungannya menjadi indah,” imbuhnya.
Selain LUIS, dalam pertemuan yang digelar dengan tujuan menjadi wadah komunikasi, kebersamaan, dan penguatan ukhuwah itu, juga hadir sejumlah tokoh dari elemen masyarakat lainnya di Kabupaten Sukoharjo.
Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyampaikan masukan, aspirasi, sekaligus komitmen menjaga kondusivitas daerah. Silaturahim ini juga menjadi momentum menyamakan langkah antara umat, masyarakat, dan pemerintah daerah dengan satu visi: “Menjaga Sukoharjo, Menguatkan Indonesia’. (Sapto/SKH)



