HARIANKOTA.CO, Sukoharjo— PT Bhakti Agung Sentosa (BHAS) menggelar kegiatan pembagian daging kurban Iduladha 1447 H/2026 di Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, pada Rabu (27/5/2026). Kegiatan sosial itu sempat diwarnai dugaan intimidasi penolakan dari segelintir oknum warga.
Meski begitu, mayoritas warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi proyek PT BHAS, khususnya RW 05 dan RW 07 tidak terpengaruh. Mereka tetap antusias menerima bantuan dan kegiatan berlangsung lancar hingga selesai.
Sejak proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban berlangsung, suasana di lokasi terpantau kondusif. Warga tampak datang untuk menerima pembagian daging kurban yang disalurkan perusahaan sebagai bagian dari kegiatan sosial Iduladha.
Perwakilan Manajemen PT BHAS, Dewi Purnamasari, mengatakan kegiatan kurban merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.
“Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan,” kata Dewi, Kamis (28/5/2026).
Ia menegaskan momentum Iduladha menjadi sarana menanamkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian sosial antara perusahaan dan masyarakat.
“Momentum Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap pembagian daging kurban ini dapat membawa kebahagiaan dan mempererat silaturahmi antara perusahaan dengan masyarakat Kampung Pondok RW 05 dan RW 07 Desa Pondok,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, PT BHAS juga melibatkan masyarakat setempat agar distribusi bantuan berjalan tepat sasaran. Warga yang diwakili Herman Filiks menerima pembagian daging kurban tersebut dengan baik.
Namun di tengah kegiatan, muncul penolakan dari sebagian kecil warga yang diduga dipengaruhi intimidasi oleh oknum tokoh setempat yang tidak menyukai kegiatan penyembelihan dan distribusi hewan kurban dari perusahaan.
Meski diwarnai isu penolakan, mayoritas warga disebut tidak terpengaruh dan tetap menerima bantuan daging kurban dengan antusias. Situasi di lapangan pun tetap berjalan aman dan kondusif tanpa hambatan berarti.
Dewi menegaskan kegiatan kurban ini menjadi bagian dari komitmen corporate social responsibility (CSR) perusahaan untuk menjaga hubungan harmonis dan kepedulian sosial dengan masyarakat sekitar. (SKH)





