menu search

Pria Gantung Diri di Boyolali Gegerkan Warga, Polisi Pastikan Tidak Tanda Kekerasan

Syamsu kerap mengeluhkan penyakit gula dan komplikasi yang dideritanya

Minggu, 16 November 2025, 22:34 WIB

HARIANKOTA.CO, Boyolali – Warga Dukuh Gawok, Desa Ngargoloko, Kecamatan Gladagsari, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tewas gantung diri pada Minggu (16/11/2025) pagi. Korban bernama Syamsu (67), warga asal Cipinang Muara, Jakarta Timur, ditemukan meninggal di samping rumah kakak kandungnya, Partono Kemat, sekitar pukul 08.30 WIB.

Peristiwa mengejutkan itu pertama kali diketahui oleh saksi Sumini dan cucunya Risa Aryani, sepulang dari Pasar Ampel. Keduanya kaget melihat Syamsu sudah tergantung di emperan rumah menggunakan tali pramuka warna putih.

Kapolsek Ampel Polres Boyolali, AKP Sunarto, menjelaskan bahwa laporan kejadian masuk melalui perangkat desa, Warseno, sekitar pukul 08.45 WIB. Tim gabungan dari Piket SPKT, Unit Reskrim, Bhabinkamtibmas, Tim Inafis Polres Boyolali, serta petugas medis Puskesmas Gladagsari langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Keterangan keluarga mengungkapkan bahwa korban datang ke rumah kakaknya sejak 6 November 2025. Selama tinggal di Boyolali, Syamsu kerap mengeluhkan penyakit gula dan komplikasi yang dideritanya. Ia bahkan beberapa kali mengungkapkan rasa putus asa dengan ucapan “sudah bosan hidup”.

Pada pagi hari sebelum kejadian, saksi dan istri sempat pergi beraktivitas ke ladang dan pasar. Sementara itu, korban masih duduk di teras usai mandi dan sarapan. Diduga, ia memilih mengakhiri hidup saat rumah dalam kondisi sepi.

Tim Inafis Polres Boyolali melakukan pemeriksaan lengkap, termasuk pengukuran posisi gantung diri:

Tinggi usuk ke tanah: 250 cm
Panjang tali keseluruhan: 174 cm
Panjang tali dari usuk ke leher: 87 cm
Simpul tali: simpul hidup

Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun indikasi tindak kriminal. “Korban meninggal murni akibat gantung diri,” ujar Sunarto dalam keterangannya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan mental anggota keluarga, terlebih bagi penderita penyakit kronis yang menunjukkan tanda-tanda keputusasaan. ***

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward