menu search

Hadiri High Level Meeting, Bupati Ngawi Siapkan Karpet Merah Untuk Investor

Saat ini ada 17 investor PMA yang sudah berinvestasi dan beroperasi

Selasa, 15 Juli 2025, 19:50 WIB

HARIANKOTA.CO, Surabaya– Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif di wilayahnya guna mendorong akselerasi pertumbuhan investasi di Jawa Timur. Ia bahkan membuka pintu lebar bagi investor yang akan masuk.

Hal itu disampaikan Ony dalam testimoni dihadapan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di forum High Level Meeting (HLM) Investasi yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan PTSP bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/7/2025).

“Ngawi adalah daerah yang berbasis pertanian yang berlokasi di tempat strategis antara Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan luas wilayah 1.394.580,37 hektar dilintasi jalan tol trans jawa dan jalur kereta api,” kata Ony dalam paparannya.

Ia menyebut, Ngawi memiliki beberapa keunggulan diantaranya lokasi strategis dengan akses transportasi lengkap, pembangunan kawasan industri modern, potensi sumber daya alam yang mendukung.

Ngawi juga memiliki banyak penduduk dengan jumlah usia produktif dan UMK yang minimum, memiliki 9 perguruan tinggi swasta (PTS) dan 1 perguruan tinggi negeri (PTN) serta lima rumah sakit. Selain itu, ketersediaan tenaga kerja dan tenaga kerja produktif sekira 620.511 jiwa

“Potensi pertanian memiliki luasan lahan pertanian nomor 5 se-Jatim. Kabupaten Ngawi mampu meningkatkan provitas dan produksi padi sebagai lumbung pangan nasional yang didukung dengan adanya Implementasi PRLB (Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan),’ terangnya.

Menyinggung sarana dukung kewilayahan, Ony menyampaikan sejumlah poin, yaitu pengembangan infrastruktur jalan sangat masif, peningkatan status jalan, ketersediaan lahan yang terjangkau, potensi bahan baku dari sektor pertanian, kehutanan, peternakan dan perkebunan

Dengan tagline Ngawi Ramah, Ngawi Melesat, dan Ngawi Top Markotop, Ony menyampaikan pernyataan komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia menegaskan bahwa investasi adalah kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

“Kami menyambut baik dan memberikan karpet merah bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Ngawi,” ujar Bupati.

Adapun langkah-langkah nyata yang sudah dikerjakan dan akan dilakukan, bahwa sekarang proses perizinan telah disederhanakan dengan peningkatan kualitas. Perizinan naik 124% melalui layanan OSS, PBG, Sippadu dan Mal Pelayanan Publik yang terdapat 40 instansi dan 154 jenis pelayanan tersedia.

“Kami memberikan dukungan dan fasilitasi mulai sejak dari awal proses perizinan sampai dengan operasional. Kami juga terus mengawal proses penyusunan Perda RTRW yang saat ini sudah sampai proses penetapan Perda demi mendukung kemudahan investasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ony juga menyampaikan perihal harapan agar lebih banyak investor yang hadir dan tumbuh di Kabupaten Ngawi. Ia mengungkapkan, saat ini ada 17 investor PMA yang sudah berinvestasi dan beroperasi.

“Dengan bertambahnya jumlah investor yang sudah berinvestasi maka bertumbuhlah capaian realisasi investasi dengan signifikan dari capaian sebelumnya senilai 200-300 miliar dan pada tahun 2021 naik menjadi 795 miliar, kemudian meningkat 20-50 % pertahun nya, dan pada Triwulan I tahun 2025 Kabupaten Ngawi berada pada peringkat 5 se-Jatim,” imbuhnya.

Diketahui, salah satu PMA yang saat ini sudah masuk di Kabupaten Ngawi adalah PT GFT Indonesia Investment, perusahaan asal Tiongkok, mendirikan pabrik mainan di Desa Karangasem, Kecamatan Geneng.

Pabrik yang digadang-gadang menjadi salah satu manufaktur mainan terbesar di Jatim ini merupakan produsen mainan plastik dengan merek global seperti Takara Tomy, Mattel, Hasbro, Spin Master, Tokyo Unique, dan Funko.

Investasi yang digelontorkan oleh PT GFT Indonesia Investment mencapai sekira Rp1,072 triliun dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 4.800 orang yang diprioritaskan dari masyarakat lokal Ngawi dan sekitarnya.

Proyek ini juga menargetkan penjualan sebesar Rp2,1 triliun pada tahun 2028, menjadikannya salah satu investasi terbesar di Ngawi dan diharapkan menjadi penggerak ekonomi serta membuka peluang bisnis baru di Jatim. (NGW)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward