HARIANKOTA.CO, Sukoharjo— Peran perempuan dan pendidikan dalam membangun peradaban menjadi topik diskusi BEM FAI UMS bertajuk “Perempuan dan Pendidikan”, Senin (28/9/2026).
Diskusi dalam agenda Revitalisasi Inteligensia tersebut digelar di Ruang A301 Gedung A FAI UMS Kampus 1 dengan menghadirkan mahasiswa berprestasi, Nila Pingkan Nauntika, sebagai pemantik.
Pembahasan menyoroti pendidikan tidak sebatas pencapaian akademik, tetapi juga proses membentuk pola pikir, karakter, kesadaran, dan kepemimpinan. Perempuan dinilai memiliki posisi penting dalam proses tersebut, baik di lingkungan pendidikan maupun kehidupan masyarakat.
Kepala Bidang Pengembangan Intelektual dan Keilmuan BEM FAI UMS, Muhariq Faqih, mengatakan diskusi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengolah pengetahuan dan berani melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
“BEM FAI UMS ingin menghadirkan ruang diskusi yang membuat mahasiswa tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga berani berpikir, berdialog, dan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang,” ujarnya, Selasa (29/9/2026).
Nila menjelaskan, pendidikan seharusnya tidak hanya diarahkan untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap manusia dalam menghadapi kehidupan. Menurutnya, berbagai hal yang dikonsumsi seseorang melalui tontonan, bacaan, maupun lingkungan turut memengaruhi cara berpikir.
Ia juga menyoroti kontribusi perempuan dalam sejarah pendidikan dan ilmu pengetahuan. Salah satunya Fatimah al-Fihri yang dikenal memiliki keterkaitan dengan pendirian Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko.
Di sisi lain, perempuan yang memasuki ruang publik masih menghadapi pandangan yang mempertanyakan kapasitasnya, terutama dalam kepemimpinan. Karena itu, Nila menekankan pentingnya membangun kepemimpinan melalui keteladanan dan perbaikan diri.
Menurutnya, pembentukan karakter dapat diperkuat melalui keseimbangan hubungan manusia dengan Allah, sesama, dan ilmu pengetahuan. Ketiganya dinilai menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab.
Melalui diskusi tersebut, BEM FAI UMS mendorong mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi sikap dan tindakan untuk mengambil peran dalam kehidupan.(SKH)








