HARIANKOTA.CO, Solo – Usai resmi dilantik, Ketua DPW Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Jawa Tengah periode 2026–2031, Asri Purwanti, langsung menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali gairah olahraga tinju di daerah melalui berbagai program kerja nyata.
Dalam pernyataannya, Asri menekankan pentingnya menghadirkan lebih banyak event pertandingan sebagai wadah bagi atlet daerah untuk berkembang. Ia menyebut, kepengurusan baru akan fokus pada pembinaan atlet sekaligus memperluas ruang kompetisi hingga ke berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
“Kami ingin menghadirkan lebih banyak event agar muncul bibit-bibit atlet dari daerah. Ini juga menjadi wadah bagi mereka untuk berkembang hingga ke level profesional,” ungkapnya usai pelantikan di Hotel Asia Solo, Sabtu (2/5/2026)
Menurutnya, momentum hari jadi daerah akan dimanfaatkan sebagai ajang penyelenggaraan pertandingan tinju, sehingga olahraga ini bisa lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menjaring talenta-talenta baru.
Tak hanya itu, Asri juga menyoroti pentingnya membuka jalur prestasi yang lebih luas bagi atlet muda. ATI Jateng, kata dia, akan mendorong peluang beasiswa serta akses karier di institusi seperti TNI dan Polri sebagai bagian dari masa depan atlet.
Sebagai langkah konkret, pihaknya telah menyiapkan kejuaraan tinju pada 4 Juli 2026 di Solo yang akan memperebutkan Sabuk Gubernur dan Sabuk Kapolda. Event ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan kompetisi tinju di Jawa Tengah.
Dengan dukungan pengurus yang sebagian besar berpengalaman, termasuk mantan atlet, Asri optimistis seluruh program kerja dapat berjalan maksimal.
“Kami siap bekerja dan membuktikan bahwa tinju di Jawa Tengah bisa bangkit dan berprestasi,” tegasnya.
Sementara, Ketua Umum DPP ATI, Ester Situmorang, menegaskan pentingnya meningkatkan frekuensi pertandingan sebagai fondasi pembinaan atlet. Menurutnya, semakin sering kompetisi digelar, semakin besar peluang lahirnya petinju berkualitas.
“Tinju Indonesia masih dalam tahap pemulihan. Perlu upaya serius untuk membangkitkan kembali ekosistemnya, salah satunya melalui peningkatan intensitas pertandingan hingga ke level perebutan sabuk nasional dengan menggabungkan unsur sportainment” pungkasnya. (SLO)








