menu search

Pelatihan Pertanian Karyawan Pabrik di Sukoharjo, Bekal Persiapan Pensiun

Pelatihan tersebut dilaksanakan di lahan seluas 37 hektare di Desa Banaran, Kecamatan Grogol, dengan melibatkan puluhan karyawan yang akan memasuki masa pensiun

Kamis, 16 April 2026, 17:56 WIB

HARIANKOTA.CO,Sukoharjo — Inisiatif pelatihan pertanian bagi karyawan menjelang pensiun yang digagas PT Danliris mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menyiapkan masa depan pekerja sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di lahan seluas 37 hektare di Desa Banaran, Kecamatan Grogol, dengan melibatkan puluhan karyawan yang akan memasuki masa pensiun. Mereka dibekali keterampilan langsung mulai dari pengolahan lahan hingga proses panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertan) Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menilai program ini tidak hanya memberi solusi bagi masa pensiun karyawan, tetapi juga selaras dengan upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan.

“Ini program yang sangat baik karena membekali karyawan agar tetap produktif setelah pensiun, sekaligus mendukung swasembada pangan,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.

Pemkab Sukoharjo, lanjutnya, akan turut mengawal keberlanjutan program melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan drone, serta pendampingan tenaga penyuluh. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan pertanian modern berbasis teknologi.

Senada, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho, menyebut program tersebut sebagai contoh konkret tanggung jawab perusahaan dalam menyiapkan masa pensiun karyawan sesuai regulasi ketenagakerjaan.

“Ini bisa menjadi model bagi perusahaan lain. Kolaborasi seperti ini penting untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara, Direktur Umum PT Danliris, Harrison Silaen, menjelaskan setiap tahun sekira 1.000 karyawan memasuki masa pensiun dari total 8.000 tenaga kerja. Melalui program ini, sebanyak 150 karyawan dilibatkan mengelola lahan pertanian dengan berbagai komoditas.

Menariknya, peserta pelatihan tetap menerima gaji seperti biasa. Hasil panen pun tidak difokuskan untuk keuntungan perusahaan, melainkan dijual kepada karyawan dengan harga lebih terjangkau.

“Fokusnya bukan profit, tapi membantu karyawan agar siap menghadapi masa pensiun dengan keterampilan baru,” jelasnya.

Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi area terpadu yang mencakup pertanian, perikanan, dan peternakan, bahkan diarahkan menjadi agrowisata edukatif.

Program ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi karyawan purna tugas sekaligus membuka peluang ekonomi baru, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong transformasi pertanian modern di Kabupaten Sukoharjo. (SKH)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward