menu search

Densus 88 Ikut Usut Dugaan Pembakaran Warung Mi dan Babi di Parangjoro Sukoharjo

Salah seorang terduga pelaku diperkirakan memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter dengan postur sedang

Selasa, 15 September 2026, 20:09 WIB

HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Polres Sukoharjo menggandeng Densus 88 Antiteror Polri dan Jatanras Polda Jateng untuk mengusut dugaan pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Parangjoro, Grogol.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo membenarkan keterlibatan kedua unsur tersebut, Selasa (15/9/2026).

“Iya (ada keterlibatan Densus 88 dan Jatanras Polda Jateng),” kata Anggaito.

Pelibatan tersebut dilakukan untuk memperdalam rangkaian kejadian, petunjuk di lokasi, identitas pelaku, hingga motif pembakaran. Hingga kini, Sat Reskrim Polres Sukoharjo telah memeriksa 12 saksi.

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami rangkaian kejadian, mengidentifikasi para pelaku serta mengungkap motif di balik aksi pembakaran,” ujarnya.

Polisi masih mencocokkan keterangan para saksi dengan petunjuk yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

Dugaan pembakaran terjadi Sabtu (12/9/2026) dini hari. Ali (32), karyawan warung, mengaku sempat berhadapan dengan sejumlah terduga pelaku.

Ali mengatakan kamar tempatnya beristirahat didobrak. Ia kemudian ditarik keluar dan ditodong pisau agar tidak melihat ke arah pelaku.

“Saya waktu itu di kamar. Tiba-tiba kamar saya didobrak, kemudian saya ditarik keluar. Saya ditodong pakai pisau, dibentak tidak boleh melihat,” katanya.

Dalam kondisi gelap, Ali memperkirakan terdapat sekitar empat orang. Mereka mengenakan pakaian tertutup, helm dengan penutup kepala, jaket dan celana panjang.

Salah seorang terduga pelaku diperkirakan memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter dengan postur sedang.

Ali menduga pelaku mengetahui kondisi lokasi karena kamar yang ditempatinya menjadi sasaran awal.

“Yang pertama dituju kamar saya. Mungkin sudah direncanakan, sudah tahu titik-titiknya,” ujarnya.

Satu pelaku disebut menarik Ali keluar, sementara lainnya merusak monitor dan CCTV. Dua pelaku lain diduga membakar sejumlah bagian warung.

Sepeda motor, gudang, kamar, dan perangkat CCTV ikut terbakar.

Sebelum pergi, Ali mengaku diperintahkan menghitung hingga 1.000. Namun, saat hitungan baru sekitar 30, para pelaku telah meninggalkan lokasi.

Karena telepon selulernya dibawa, Ali berlari menuju pabrik di sebelah warung untuk meminta bantuan sekuriti.

Petugas keamanan dan karyawan pabrik sempat berupaya memadamkan api menggunakan APAR. Kobaran api membesar hingga dua armada pemadam kebakaran Satpol PP Sukoharjo tiba di lokasi.

Pemilik warung, Jodi Sutanto, mengatakan usahanya sebelumnya pernah mendapat penolakan terkait penjualan menu babi. Demonstrasi warga berlangsung pada April 2026.

Menurut Jodi, kondisi setelah aksi tersebut kembali kondusif. Ia tidak menyangka persoalan itu berujung pada pembakaran.

“Setelah itu silent, nggak ada kabar. Tahu-tahu sampai terjadi seperti ini. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda sama sekali,” ujarnya.

Jodi mengklaim usaha tersebut telah memiliki perizinan dan mencantumkan informasi mengenai produk nonhalal.

Meski demikian, ia enggan menuding pihak tertentu sebagai pelaku dan menyerahkan pengungkapan kasus kepada kepolisian.

“Saya tidak bisa mengatakan siapa dan siapanya. Nanti biar pihak kepolisian saja yang menyelesaikan,” katanya.

Jodi berharap polisi segera mengungkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum.(SKH)

 

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward