menu search

Diduga Jatuh Dari Perahu di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Seorang Remaja Tewas Tenggelam

Semula korban sempat berusaha berenang untuk menggapai perahu

Minggu, 15 Juni 2025, 16:21 WIB

HARIANKOTA.CO, Wonogiri – Diduga jatuh tercebur saat mancing ikan di perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, seorang remaja inisial RAK (16) asal Dusun Belikrejo, Desa Gambiranom, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, ditemukan sudah tak bernyawa.

Informasi yang didapat, kejadian itu bermula pada Sabtu (14/6/2025) sore, sekira pukul 18.00 WIB. Tim SAR menerima laporan adanya remaja yang tenggelam di perairan WGM, tepatnya di lokasi yang dikenal dengan sebutan “Dung Gong”, masuk Dusun Putuk RT 03/ RW 04, Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno.

“Betul ada peristiwa orang tenggelam, kejadiannya sekira pukul 18.00,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, saat dikonfirmasi beberapa saat setelah kejadian.

Adapun kronologi kejadian bermula ketika korban bersama tiga rekannya yang juga sesama pelajar mancing ikan di area tersebut. Awalnya sekira pukul 16.00 WIB, korban dan salah satu temannya memutuskan naik perahu kecil menuju ke perairan yang lebih dalam untuk mendapatkan ikan lebih banyak.

Petaka datang ketika perahu berada sekira 100 meter dari tepi, tiba-tiba diterjang ombak besar hingga membuat korban terjatuh ke dalam air. Sempat ada upaya penyelamatan dari teman korban dengan mengulurkan bambu, tetapi korban yang panik gagal meraihnya.

Semula korban sempat berusaha berenang untuk menggapai perahu, namun usaha itu gagal hingga akhirnya korban tenggelam dan hilang di kedalaman waduk. Melihat itu, teman korban langsung berteriak minta tolong.

Setelah dilakukan pencarian intensif oleh warga sekitar dibantu Tim SAR Wonogiri Unit Baturetno, sekira pukul 19.15 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan medis.

“Korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pencarian dilakukan oleh SAR Baturetno, warga masyarakat setempat dan unsur terkait,” imbuh Fuad.

Hasil visum luar oleh petugas medis Puskesmas Baturetno 1 menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. Kejadian tersebut murni kecelakaan air.

Pihak keluarga korban sudah menerima musibah ini dengan ikhlas dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun. Hal tersebut juga dituangkan secara resmi dalam surat pernyataan yang ditandatangani pihak keluarga. (WNG)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward