HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkuat jejaring internasional melalui program SEA Teacher di bawah koordinasi SEAMEO.
Program ini menjadi ajang pertukaran mahasiswa pendidikan untuk praktik mengajar di sekolah mitra luar negeri, terutama di kawasan ASEAN.
Kabid Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran LPPIP UMS, Dr. Laili Etika Rahmawati, menyebut SEA Teacher bukan sekadar pertukaran akademik, melainkan upaya membentuk guru berkompetensi global.
“Mahasiswa tidak sekadar kuliah, tapi langsung praktik mengajar, sekaligus memahami sistem pendidikan negara tujuan,” ujarnya, Sabtu (16/8/2025).
UMS telah mengirim mahasiswa ke berbagai universitas mitra di Filipina, seperti University of Northern Philippines, Cavite State University, dan Aklan State University.
Bahkan, kerja sama dengan Aklan berkembang hingga ke konferensi internasional dan pengabdian masyarakat, termasuk pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah.
Setelah evaluasi Batch 10 di Universitas Brawijaya, UMS kini menyiapkan Batch 11 dengan memperluas kolaborasi ke Thailand, Vietnam, hingga Jepang. Sejumlah kampus yang dilirik antara lain Walailak University, Udon Thani Rajabhat University, Dong Thap University of Education, serta Tsukuba University.
“Harapannya, lulusan SEA Teacher memiliki kualifikasi guru setara standar ASEAN, sehingga mampu bersaing tidak hanya di level nasional, tetapi juga internasional,” tegas Laili. (Sapto/ SKH)



