HARIANKOTA.CO, Sukoharjo– Menyikapi dinamika sosial politik pasca unjuk rasa ricuh di Kota Surakarta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukoharjo menggelar apel gabungan yang dilanjutkan dengan patroli bersama, Sabtu (30/8/2025) sore.
Apel yang dipusatkan di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo ini melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari Kodim 0726, Polres Sukoharjo, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Setelah apel, pasukan langsung diterjunkan untuk melakukan patroli menyusuri sejumlah titik rawan di wilayah Sukoharjo.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani, yang memimpin apel, menegaskan Forkopimda tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan anarkis yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
“Kekerasan dan tindakan anarkis tidak akan pernah kita toleransi. Aparat keamanan harus meningkatkan patroli dan pengamanan, sekaligus memperkuat koordinasi. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan permasalahan,” ujarnya.
Patroli gabungan itu turut diikuti jajaran Forkopimda lainnya, termasuk Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Supri Siswanto, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo, dan pejabat terkait.
Kehadiran Forkopimda bersama aparat gabungan di lapangan menjadi bentuk nyata upaya pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas serta memberi rasa aman kepada masyarakat pasca kericuhan di Solo.



