HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Seorang pemuda di Sukoharjo nekat mengarang cerita jadi korban begal demi menutupi kebohongan dari ibunya. Fakta terungkap, motor yang diklaim dirampas begal justru dijual sendiri untuk melunasi utang pinjaman online (pinjol).
Kasus bermula ketika VM (41), warga Madegondo, Grogol, melapor ke Polsek Baki bahwa anaknya, FJV (21), dibegal saat melintas di jalan persawahan Dukuh Teplok, Desa Mancasan, Baki, Selasa (23/9/2025) dini hari sekira pukul 00.30 WIB. Laporan itu sempat membuat warga resah.
Namun hasil penyelidikan Polsek Baki bersama Resmob Polres Sukoharjo membuktikan tidak ada peristiwa begal. Rekaman CCTV di sekitar lokasi nihil, dan hasil pemeriksaan medis memastikan FJV tidak mengalami luka sedikit pun.
“Setelah diinterogasi ulang, FJV mengaku motor Yamaha Xeon Nopol AD 5189 OF miliknya bukan dibegal, melainkan dijual lewat Marketplace di Facebook,” ungkap Kapolsek Baki IPTU Sri Widodo mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Rabu (24/9/2025).
Motor tersebut diketahui dijual seharga Rp1,5 juta kepada TM (31), warga Bulakan, Sukoharjo Kota. Penjualan dilakukan hanya bermodal STNK karena BPKB masih dijadikan agunan pinjaman. Uang hasil penjualan digunakan FJV untuk membayar utang pinjol.
Demi menghindari amarah ibunya, FJV merekayasa cerita palsu soal begal hingga membuat VM percaya dan melapor ke polisi. “Korban sesungguhnya dalam kasus ini justru ibunya sendiri,” tegas IPTU Sri Widodo.
Meski kecewa, VM memilih tidak membawa kasus itu ke ranah hukum. Polisi kemudian meminta FJV membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Kapolsek menegaskan, terbongkarnya kasus ini membuktikan isu begal di wilayah Baki belakangan hanyalah cerita bohong.
“Yang ada bukan begal, tapi laporan palsu. Kami juga menghimbau masyarakat agar tidak mudah termakan isu yang tidak jelas kebenarannya,” pungkasnya. (Sapto/SKH)



