menu search

Sukoharjo Sambut Eks Anggota JI, Momen Persatuan Warnai Upacara 17 Agustus

Meski sederhana, suasana upacara berlangsung penuh khidmat

Minggu, 17 Agustus 2025, 21:13 WIB

HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Momen tak biasa mewarnai upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Satya Negara, Sukoharjo, Minggu (17/8/2025).

Sebanyak 11 orang, terdiri dari dua eks narapidana terorisme (napiter) dan sembilan eks anggota Jamaah Islamiyah (JI), turut berdiri tegap memberi hormat saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan.

Di tengah ratusan undangan pejabat dan pimpinan Forkopimda, kehadiran mereka menjadi simbol nyata kembalinya anak bangsa dari jalan kelam menuju pelukan Ibu Pertiwi. Berseragam baju putih dan berpeci hitam, mereka menanggalkan masa lalu, menundukkan ego, dan ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan suara bergetar.

“Ini pertama kali kami mengikuti upacara di tingkat kabupaten. Rasanya seperti kembali ke rumah besar bernama Indonesia,” tutur Siswanto alias Abu Mahmuda, eks anggota JI yang kini menjadi ustadz di Nguter.

Siswanto dikenal sebagai salah satu pionir yang berani keluar dari jaringan JI di Sukoharjo. Keputusan itu tak hanya ia ambil untuk dirinya, tetapi juga menjadi ajakan kepada rekan-rekannya untuk meninggalkan ideologi radikal.

“Kami dulu ikut sejak awal JI berdiri. Tapi kami juga yang pertama menyatakan keluar dan mengajak teman-teman meninggalkan itu semua,” tegasnya.

Upacara dipimpin langsung Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, yang tampil anggun dengan busana adat Sumatera Barat. Seusai prosesi, Forkopimda memberikan bingkisan khusus kepada Siswanto dan kawan-kawan sebagai simbol penerimaan dan persaudaraan.

Meski sederhana, suasana upacara berlangsung penuh khidmat dan menyentuh. Ratusan warga tumpah ruah mengelilingi alun-alun, menyaksikan momen yang bukan hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga meneguhkan makna persatuan: bahwa merah putih adalah rumah bagi siapa pun yang ingin kembali. (Sapto/SKH)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward