HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Keheningan bercampur amarah menyelimuti ratusan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sukoharjo yang menggelar aksi damai doa bersama di lapangan Bakipandeyan, Baki, Sukoharjo, Kamis (10/7/2025) malam.
Informasi yang didapat, massa yang hadir tidak hanya warga PSHT Sukoharjo saja, namun banyak juga yang datang dari berbagai penjuru berkumpul. Semula mereka akan menggelar doa bersama di lokasi kejadian empat korban pembacokan brutal di Jalan Manang- Kadilangu, Baki.
“Aksi ini adalah bentuk simpati dan tuntutan kami atas kasus empat saudara kami, yang hingga kini masih belum jelas penanganannya,” tegas Dwi Prasetyo Wibowo, Biro Hukum PSHT Pusat disela aksi damai.
Dalam aksi yang berlangsung penuh khidmat selama kurang lebih satu jam itu, massa PSHT tidak sekadar datang untuk berdoa, melainkan juga mengirimkan pesan tegas, Keadilan harus ditegakkan! Tidak boleh ada lagi yang ditutup-tutupi.
“Kami mendesak kepolisian untuk bertindak profesional, transparan, menuntaskan penyelidikan, dan memastikan para pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal,” tegasnya.
Disebutkan, aksi damai menuntut keadilan ini juga dilakukan di beberapa lokasi di wilayah Sukoharjo. Mereka kompak menyuarakan tuntutan agar Polres Sukoharjo segera menangkap para pelaku pembacokan.
Peristiwa ini tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas PSHT, tapi juga menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa kekerasan jalanan dan tindakan anarkistis harus dihentikan. Dan, penegak hukum tidak boleh bermain-main dalam menegakkan keadilan.
“Kami telah berbicara. Kini, giliran aparat hukum menunjukkan bahwa mereka masih layak dipercaya oleh rakyat. Sebab bila tidak, gelombang solidaritas bisa berubah menjadi gelombang perlawanan yang lebih besar,” tandasnya.
Diketahui, tragedi berdarah terhadap empat anggota PSHT ini terjadi pada, Jum’at (4/7/2025) dinihari. Mereka menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal di Jalan Raya Bale Padi Manang, Dukuh Gondang, Desa Bakipandeyan, Baki, Sukoharjo.
Identitas empat korban adalah, WH (45) laki-laki warga Sedahromo Lor, Kartasura, Sukoharjo, dirawat dirumah sakit akibat mengalami luka lutut kiri sobek, punggung, kaki kanan patah, luka terbuka.
Berikutnya, MAT (20) laki-laki warga Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, dirawat dirumah sakit mengalami luka gores lengan kanan akibat jatuh tersengol motor
Kemudian, ABP (25) laki-laki warga Sedahromo Lor, Kartasura, Sukoharjo, dirawat dirumah sakit dengan luka robek di pipi kanan selebar sekira 5 centimeter masuk kedalam 1 centimeter, luka robek punggung kanan lebar sekira 4 centimeter kedalaman sekira 1 centimeter.
Terakhir, CKWL (23) perempuan warga Banjarsari, Surakarta, dirawat di rumah sakit dengan luka robek diatas pinggang tengah lebar sekira 6 centimeter.
Selain mengakibatkan empat korban luka cukup serius, para pelaku yang diperkirakan sebanyak empat orang naik dua motor berboncengan itu, juga membakar dua motor milik anggota PSHT hingga hangus tinggal menyisakan rangka.
Saat kejadian, empat korban merupakan rombongan dari sekira 10 orang pengombyong PSHT Ranting Kartasura. Mereka berboncengan menggunakan lima sepeda motor perjalanan pulang dari acara pengesahan warga baru di Polokarto menuju wilayah Kartasura.
(Sapto/SKH)



