HARIANKOTA.CO, Solo – Yayasan Nur Hidayah Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman melalui penguatan tata kelola organisasi, modernisasi sistem pendidikan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum Yayasan Nur Hidayah, H. Heri Sucitro, dalam acara media gathering di kantor Yayasan Nur Hidayah di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu 11 Maret 2026. Menurutnya, yayasan terus berupaya meningkatkan kinerja organisasi melalui optimalisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) di setiap direktorat.
“Seluruh direktorat bergerak secara terpadu untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, spiritualitas, dan kepedulian sosial,” ujar Heri.
Ia menjelaskan, penguatan pendidikan karakter dan pembelajaran Al-Quran menjadi salah satu fokus utama yayasan. Melalui program tersebut, siswa tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca dan memahami Al-Quran, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Heri, pengembangan Sekolah Islam Terpadu (SIT) juga menjadi pilar penting dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang mampu menjawab tantangan zaman. Yayasan terus mendorong modernisasi sistem pendidikan, penguatan tata kelola, serta perluasan jejaring kemitraan hingga tingkat global.
“Melalui langkah tersebut, kami ingin menghadirkan sekolah yang unggul, berdaya saing nasional, dan memiliki standar pendidikan yang diakui secara internasional,” jelasnya.
Upaya tersebut juga ditopang oleh tata kelola keuangan yang sehat, transparan, dan akuntabel guna memastikan keberlanjutan lembaga. Pengelolaan anggaran dilakukan secara efektif dan efisien untuk mendukung berbagai program strategis yayasan.
Selain itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi perhatian utama. Yayasan menempatkan SDM sebagai aset penting dengan terus meningkatkan kompetensi, profesionalitas, serta menyiapkan regenerasi kepemimpinan agar organisasi tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Nur Hidayah, Fathkuroji, menambahkan bahwa penguatan sistem administrasi juga dilakukan melalui integrasi dan digitalisasi sistem informasi, pengelolaan arsip yang profesional, serta peningkatan komunikasi publik.
“Langkah ini untuk memastikan tata kelola organisasi berjalan tertib, transparan, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada pendidikan, Yayasan Nur Hidayah juga aktif dalam kegiatan sosial melalui pengelolaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Dengan pendekatan pengasuhan holistik, yayasan berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih bagi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, mandiri, dan berdaya.
Melalui sinergi seluruh direktorat, Yayasan Nur Hidayah Surakarta terus bergerak mencetak generasi berkarakter Qur’ani sekaligus menghadirkan pendidikan berkualitas yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Semua ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Yayasan Nur Hidayah menjadi lembaga yang terkemuka, maju, kuat, mandiri, dan terdepan dalam pengamalan Islam untuk kemuliaan umat dan kejayaan bangsa,” pungkasnya.









