HARIANKOTA.CO, Sukoharjo — Korban kebakaran rumah dan warga terdampak kekeringan di Sukoharjo mendapat bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) senilai Rp247,18 juta, sekaligus bantuan tandon air.
Bantuan disalurkan pada Kamis (29/10/2026) oleh Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo bersama Ketua BAZNAS Sukoharjo H Sardiyono. Penyaluran menyasar penerima manfaat di Kecamatan Tawangsari, Weru, Bulu, dan Nguter.
Ketua BAZNAS Sukoharjo H Sardiyono mengatakan, bantuan bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH), termasuk rumah warga yang rusak akibat kebakaran.
“Penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah ini ditujukan untuk merenovasi rumah warga yang kurang layak maupun terdampak bencana kebakaran, serta mengatasi kebutuhan pasokan air bersih di tingkat sekolah maupun desa,” katanya.
Di Kecamatan Weru, dua korban kebakaran, Yatimin dari Sempu, Alasombo, dan Sandimin dari Semak, Karangmojo, masing-masing menerima bantuan Rp20 juta.
Bantuan serupa diberikan kepada Suro Karyo dari Sumber Agung, Kunden, Kecamatan Bulu, sebesar Rp10 juta untuk memperbaiki rumah akibat kebakaran.
Sementara itu, bantuan RTLH di Kecamatan Tawangsari diberikan kepada Didik Setiono dari Tegalsari, Tangkisan, senilai Rp17 juta.
Di Kecamatan Nguter, tiga penerima manfaat memperoleh bantuan. Aprizal dari Jurangsari, Juron, dan Edy Santoso dari Deres, Serut, masing-masing menerima Rp20 juta. Adapun Amir Daaryanto dari Bodeyan, Pondok, mendapat Rp15 juta.
Selain bantuan renovasi rumah, BAZNAS Sukoharjo menyalurkan tandon air berkapasitas 5.000 liter dengan nilai masing-masing Rp10.432.000. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bersih di fasilitas pendidikan, pemerintahan desa, dan kelompok masyarakat.
Salah satu penerimanya adalah SMP Negeri 1 Tawangsari. Bantuan tandon juga disalurkan ke sejumlah desa di Kecamatan Tawangsari dan Weru, meliputi Watubonang, Alasombo, Jatingarang, Krajan, Karanganyar, Karangmojo, Tawang, dan Karangtengah. Desa Ngasinan di Kecamatan Bulu turut menerima bantuan.
Penyaluran tandon air diharapkan membantu mengatasi kerawanan kekeringan dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup dan sanitasi warga Kabupaten Sukoharjo,” ujar Sardiyono.
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menegaskan, keterlibatan pemerintah daerah merupakan bentuk komitmen untuk memastikan dana ZIS yang dihimpun BAZNAS disalurkan sesuai peruntukannya.
“Zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS dikelola dan diserahkan sesuai program-program yang telah dicanangkan,” kata Sapto.
Sapto juga mengapresiasi para muzaki yang telah mempercayakan zakat dan sedekah melalui BAZNAS. Ia berharap pengelolaan dan penyaluran bantuan terus dilakukan secara konsisten agar manfaatnya dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih untuk para muzaki semuanya. Mudah-mudahan BAZNAS bisa terus istikamah menjalankan amanah, sehingga dapat membawa kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo, khususnya warga yang rentan,” pungkasnya.(SKH)



