HARIANKOTA.CO, Sukoharjo– Bukan usulan tentang Daerah Istimewa Surakarta (DIS), anggota Komisi II DPR RI Mohammad Toha mendukung pemekaran Provinsi Jawa Tengah dengan wacana pembentukan Provinsi Surakarta.
Hal itu disampaikan oleh mantan Wakil Bupati Sukoharjo itu disela kunjungan kegiatan reses pribadi ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo, pada Jum’at (20/6/2025).
“Jadi, usulan pembentukan Provinsi Surakarta mengacu pada pendekatan pelayanan. Bukan DIS melainkan Provinsi Surakarta,” kata Toha.
Menurutnya, ada beberapa pertimbangan dasar pembentukan provinsi baru. Selain luas wilayah, jumlah penduduk juga menjadi pertimbangan utama dalam proses pembentukan provinsi baru. Kemudian, faktor kedekatan pelayanan terhadap masyarakat.
“Seperti di Papua. Ada pembentukan provinsi baru dengan dasar kedekatan pelayanan. Selain itu, kreativitas dan inovasi masing-masing daerah lebih kuat,” paparnya.
Menurutnya, manfaat pemekaran daerah antara lain pelayanan masyarakat lebih dekat. Masyarakat lebih cepat dan mudah saat hendak mengurus keperluan. Kemudian, tata birokrasi juga lebih baik dan sistematis.
“Mungkin untuk pembahasan cakupan daerah yang masuk Provinsi Surakarta ada lebih tujuh kota/kabupaten yang saat ini di wilayah Karesidenan Surakarta. Namun, tak menutup kemungkinan daerah terdekat juga ikut masuk,” ujarnya.
Politisi PKB ini menambahkan, bahwa usulan pembentukan Provinsi Surakarta belum pernah dibahas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kemungkinan yang pernah dibahas adalah usulan DIS.
“Kalau daerah istimewa mungkin pernah dibahas oleh Kemendagri. Itu (usulan) dari Keraton Kasunanan Surakarta. Kalau, usulan Provinsi Surakarta belum pernah,” pungkasnya. (Sapto/SKH)



