menu search

BUMDes Mulur Gaet Investor Rp2,2 Miliar, Wujudkan Program Sasa Sanggulan di Sukoharjo

Program ini menjadi jawaban atas tantangan pengelolaan dana desa

Jumat, 19 September 2025, 15:37 WIB

HARIANKOTA.CO, Sukoharjo– Terobosan besar dilakukan salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Sukoharjo dalam mewujudkan program Satu Desa Satu Unggulan” (Sasa Sanggulan). BUMDes Mulur, Bendosari, resmi menggandeng PT Sekawan Bersih Barokah sebagai investor dalam pengolahan sampah plastik jenis PET, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Menara Wijaya, Kamis (18/9/2025).

Kerjasama ini menandai langkah berani BUMDes Mulur menjadikan pengolahan limbah plastik sebagai program unggulan desa, sekaligus percontohan bagi desa-desa lain di Sukoharjo.

Direktur BUMDes Mulur, Adi Prihananto, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah wujud keseriusan desa dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis lingkungan.

“Investor menyediakan fasilitas, sementara BUMDes Mulur bertanggung jawab penuh sebagai pengelola di lapangan,” ujarnya.

Nilai investasi awal yang dikucurkan mencapai Rp2,2 miliar dengan jangka waktu kerja sama lima tahun. Target produksi ditetapkan 100 ton cacahan plastik per bulan, yang bahan bakunya akan dipasok dari para pengepul di seluruh Solo Raya.

Direktur PT Sekawan Bersih Barokah, Mohammad Zain, menilai kerja sama ini memiliki dua dampak strategis. Secara sosial, membantu mengurangi sampah plastik dan secara ekonomi, BUMDes akan memperoleh tambahan pendapatan.

”Hasil olahan berupa cacahan plastik akan dipasok ke perusahaan besar seperti Coca-Cola,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Sukoharjo, Abdul Haris Widodo, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, program ini menjadi jawaban atas tantangan pengelolaan dana desa.

“Sebanyak 20% dana desa harus dialokasikan untuk ketahanan pangan. Program unggulan seperti ini bisa menjadi solusi nyata pemanfaatannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, beberapa desa lain juga sudah mulai bergerak dengan program unggulan, seperti peternakan di Polokarto dan pertanian di Bendosari. Pemerintah daerah menargetkan, setiap kecamatan memiliki minimal satu program unggulan dalam waktu dekat.

“Dana sudah ada di desa, tinggal bagaimana kepala desa dan BUMDes berani merealisasikan. BUMDes Mulur telah menunjukkan contoh konkret,” pungkas Haris.(Sapto/SKH)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward