HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Persaingan ketat mewarnai kualifikasi cabang olahraga rugby untuk Porprov Jawa Tengah XVII tahun 2026. Sebanyak 23 tim putra dan putri dari 12 kabupaten/kota berebut empat tiket krusial menuju gelanggang utama Porprov di Semarang Raya. Atmosfer panas seleksi yang digelar di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Sukoharjo, Selasa (26/11/2025), langsung terasa sejak laga perdana dimulai.
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar ajang penyisihan, tetapi juga pembuktian bahwa rugby mulai mendapat tempat di hati anak muda Jawa Tengah.
“Rugby menuntut kecepatan, kekuatan, strategi, dan sportivitas tinggi. Ini olahraga yang ideal untuk mencetak atlet muda berkualitas. Kami bangga, atlet Sukoharjo bahkan sudah mampu meraih medali perunggu di PON,” ujarnya.
Sukoharjo yang menjadi tuan rumah kualifikasi menurunkan dua tim, putra dan putri, untuk bersaing di nomor X (Sepuluh) dan 7 (Tujuh). Ketua KONI Sukoharjo, Iwan Gunarto, menegaskan seluruh fasilitas pertandingan telah disiapkan maksimal, termasuk penggunaan lapangan GOR Bung Karno.
“Kami menargetkan minimal satu tim Sukoharjo lolos ke Porprov. Persiapan sudah matang, para atlet menjalani latihan intensif,” tegasnya.
Dari sisi teknis, persaingan dipastikan berlangsung ketat. Pembina rugby Pengprov KONI Jateng, Imron Nugroho, menyebut hanya empat tim yang berhak melaju ke Porprov untuk setiap nomor, baik putra maupun putri.
“Dengan 23 tim berebut empat slot saja, tensi persaingan pasti sangat tinggi. Ini menunjukkan pesatnya perkembangan rugby di Jateng. Saat ini, 25 dari 35 kabupaten/kota sudah resmi terdaftar sebagai anggota Pengprov,” jelasnya.
Dengan jumlah peserta yang membludak dan kualitas permainan yang kian meningkat, kualifikasi rugby Porprov Jateng 2026 dipastikan menjadi panggung elit bagi para atlet muda yang ingin menembus level tertinggi olahraga daerah. Kompetisi pun kian sengit, karena hanya yang terbaik yang akan melaju. (SKH)



