menu search

Lindungi Pekerja Kecil, Sragen Tempati Peringkat Kedua Paritrana Award Jateng

Lindungi Pekerja Kecil, Sragen Tempati Peringkat Kedua Paritrana Award Jateng

Jumat, 08 Agustus 2025, 01:23 WIB

HARIANKOTA.CO, Sragen – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sragen dalam melindungi pekerja informal dan kelompok rentan kembali membuahkan hasil. Sragen sukses menyabet peringkat kedua Paritrana Award 2024 tingkat Provinsi Jawa Tengah untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota.

Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dalam seremoni resmi di Gumaya Tower Hotel, Semarang, pada 30 Juli 2025 lalu. Meski tak berada di posisi teratas, capaian ini menjadi simbol keberpihakan nyata Pemkab Sragen terhadap para pekerja kecil yang selama ini sering luput dari perhatian.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, yang hadir langsung menerima penghargaan tersebut, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan semata soal trofi atau piagam, tapi cermin dari kerja nyata melindungi tulang punggung ekonomi daerah, yakni para pekerja.

“Ini bukan tentang penghargaan, tapi soal tanggung jawab. Jaminan sosial bukan hanya hak, tapi budaya yang harus tertanam dalam kehidupan masyarakat pekerja,” kata Bupati Sigit, dikutip pada Kamis (7/8/2025).

Pekerja Informal Kini Tak Lagi Terpinggirkan

Salah satu poin krusial dalam keberhasilan Sragen adalah komitmennya menjangkau pekerja sektor informal, seperti petani, pedagang pasar, pengemudi ojek online, hingga perangkat desa. Kelompok ini selama bertahun-tahun terpinggirkan dari akses jaminan sosial, padahal risiko yang mereka hadapi sangat tinggi.

Melalui kerja sama erat dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sragen, perlindungan sosial kini menyentuh akar rumput. Program-program seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) mulai dirasakan manfaatnya oleh mereka yang sebelumnya tak tersentuh skema formal.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sragen, Ida Setyawati, menegaskan bahwa langkah Pemkab Sragen tidak berhenti di atas kertas.

“Kami melihat langsung bagaimana sektor informal dan kelompok rentan benar-benar disentuh. Ini bukan program seremonial, tapi nyata terasa di lapangan,” ujarnya.

Perlindungan yang Menyelamatkan Masa Depan

Program ini bukan hanya soal uang santunan. Di baliknya, ada kisah keluarga yang tetap bisa menyekolahkan anak-anaknya, tidak kehilangan penghasilan total setelah kecelakaan kerja, atau memiliki dana darurat saat kepala keluarga meninggal dunia.

Inilah yang membuat Paritrana Award bagi Sragen terasa lebih bermakna—karena bukan hanya mengedepankan administrasi, tetapi menyentuh langsung sisi paling rapuh dari masyarakat: rasa aman dalam bekerja dan hidup.

“Kami percaya kesejahteraan itu berawal dari rasa aman. Itulah makna jaminan sosial,” pungkas Bupati Sigit.

Langkah Berkelanjutan, Bukan Titik Akhir

Penghargaan ini bukan garis finis, melainkan titik pijak untuk memperluas cakupan dan memperkuat sistem jaminan sosial di Sragen. Pemkab berkomitmen membangun ekosistem perlindungan pekerja sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dengan cakupan yang makin luas, Sragen tak hanya membangun kota, tapi juga melindungi warganya satu per satu.(SRG)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward