menu search

Peduli Lansia, Team BWM Semut Ireng Klaten Baksos Bagikan Sembako

Kegiatan baksos juga merupakan bagian dari sosialisasi untuk menambah anggota atau karyawan baru

Minggu, 13 Juli 2025, 19:35 WIB

HARIANKOTA.CO, Klaten–  Team Book World Media (BWM) Semut Ireng Klaten yang merupakan mitra BWM sebuah perusahaan startup literasi digital yang berpusat di Amerika Serikat, menggelar bakti sosial (baksos) pembagian sembako menyasar lansia, janda, dan keluarga miskin di Desa Bener, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Minggu (13/7/2025).

“Hari ini kami menggelar baksos membagikan sembako untuk lansia dan keluarga tidak mampu dengan jumlah sasaran sebanyak 27 orang. Kegiatan ini disponsori dari perusahaan BWM yang pusatnya di Amerika Serikat,” kata Koordinator BWM Klaten, Burhanudin Harahab, ditemui di lokasi.

Untuk paket sembako yang dibagikan berisi minyak goreng, beras, gula, teh, dan mie instan. Baksos kali ini merupakan salah satu bagian dari program perusahaan yang nantinya akan terus berkelanjutan.

“Untuk anggota BWM di Klaten sendiri, saat ini kurang lebih ada 22 orang karyawan tetap M1 (level tingkatan perusahaan). Untuk di Klaten, BWM baru ada sejak 12 Juni 2025 lalu dengan jumlah anggota yang terus berkembang,” ungkap Burhanudin.

Menurutnya, kegiatan baksos juga merupakan bagian dari sosialisasi untuk menambah anggota atau karyawan baru BWM, terutama di wilayah Klaten.

“Saat ini pangsa pasar (startup) di Indonesia cukup terbuka lebar, dan BWM sendiri juga sudah mulai berkembang di Soloraya. Sebagai upaya sosialisasi BWM di Klaten, maka kami mengawali dengan kegiatan baksos ini,” terangnya.

Menyinggung penamaan Team BWM Semut Ireng untuk wilayah Klaten, ia mengatakan, bahwa hal itu tidak terlepas dari kesepakatan bersama, dimana mayoritas anggotanya baru memiliki waktu luang untuk bersosialisasi pada waktu malam hari. Ireng mengandung arti hitam atau malam gelap.

“Karena kami baru bisa bergerak mencari partner, mitra, atau karyawan, pada malam hari. Kalau siang masing – masing punya kesibukan sendiri-sendiri. Kami mencari orang yang betul-betul saat ini butuh pekerjaan,” imbuhnya.

Koordinator BWM wilayah Soloraya, Fuad Safrudin, yang juga hadir di kegiatan baksos mengaku bergabung dengan BWM pada April 2025 lalu.

Meskipun sebagai karyawan baru, namun ia sudah banyak mendapat keuntungan secara finansial dan bisa merekrut anggota karyawan tetap sebanyak 87 orang dengan peringkat mulai M1,M2,hingga M3.

“Bagi saya, adanya anggapan atau rumor bahwa (BWM) ini disebut ‘bodong’, itu sama sekali tidak berpengaruh, dan tidak benar. Sebagai pelaku (karyawan BWM), faktanya saya sama sekali tidak dirugikan dari sisi apapun,” ujarnya.

Sejak masuk menjadi bagian dari BWM dan sekarang berstatus karyawan tetap, ia merasa nyaman dan setiap bulan mendapatkan penghasilan berlipat melebihi dari deposit awal ketika dirinya memutuskan bergabung.

“Saya sebelumnya menganggur akibat terdampak Corona. Saya pernah jadi guru, musisi, hingga membuka usaha jasa pembuatan gitar, tapi pada saat pandemi lalu langsung jatuh terpuruk. Sekarang, Alhamdulillah bisa bangkit bersama BWM,” kata pria bergelar sarjana pendidikan jebolan UIN itu.

Ia juga memastikan bahwa bergabung di BWM tidak ada sama sekali yang dirugikan, semua mendapatkan untung. Sistem kerja di BWM disebutkan, semua terkontrol secara sistematis dikendalikan dari pusat dan dapat dipantau secara transparan melalui aplikasi digital. (Sapto/KLT)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward