HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Upaya mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan dan modern terus dilakukan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kartasura. Bersama Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Majelis Pembinaan Kader (MPK) PCA Kartasura menggelar pelatihan penggunaan Excel dalam Pengelolaan Keuangan, Sabtu (26/7/2025), bertempat di Laboratorium Bahasa LBIPU UMS.
Kegiatan ini diikuti 24 bendahara dari 11 ranting Aisyiyah se-Kartasura. Tujuannya jelas: meningkatkan kemampuan digital dalam pencatatan dan pelaporan keuangan organisasi.
“Pelatihan ini untuk meng-upgrade kualitas bendahara ranting sekaligus sebagai langkah awal menuju digitalisasi kepemimpinan,” ujar Ketua PCA Kartasura, Warits Luqmanatun Hakim, S.Ag., yang akrab disapa Hakim, usai membuka acara.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan kerapihan dalam laporan keuangan, mengingat dana yang dikelola Aisyiyah merupakan amanah umat, bukan dana pribadi maupun institusi.
“Laporan keuangan yang tertata adalah bentuk pertanggungjawaban kepada umat. Di sinilah pentingnya penguasaan Excel,” tegasnya.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Winarni, S.E., Kepala Urusan Keuangan Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS, serta Rochim Zamputri, S.Kom., staf IT LBIPU UMS.
Menurut Ketua MPK PCA Kartasura, Dr. Dwi Haryanti, selama ini pelaporan keuangan di tingkat ranting masih dilakukan secara manual. Cara ini dinilai rentan kesalahan dan menyulitkan dalam proses audit.
“Dengan fitur-fitur Excel, bendahara bisa menyusun format anggaran, realisasi, hingga rekap keuangan yang lebih rapi, efisien, dan mudah diaudit,” jelas Dwi.
Ia berharap pelatihan ini menjadi batu loncatan bagi Aisyiyah Kartasura untuk membangun sistem pengelolaan keuangan yang akuntabel dan selaras dengan perkembangan teknologi informasi.
Salah satu peserta, Thinuk (63), bendahara Ranting Aisyiyah Makamhaji, mengaku antusias mengikuti pelatihan meski awalnya sempat kesulitan memahami rumus Excel.
“Selama ini saya hanya tulis tangan lalu dipindah ke Excel, tapi tanpa rumus. Sekarang jadi tahu cara otomatis menghitung,” ujar Thinuk, yang berharap ada pendampingan lanjutan bagi bendahara pemula.
“Semoga ke depan ada bimbingan lanjutan. Kalau ada kesulitan, bisa langsung tanya dan dapat solusi,” tutupnya penuh harap. (Sapto/SKH)



