HARIANKOTA.CO, Sukoharjo– Menjelang pelaksanaan International Rain Festival (IRF) 2026, pre event akan digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Kartasura, Minggu (11/1/2026) pagi, dengan melibatkan penari mancanegara, termasuk penari asal Jepang.
Kegiatan pre event ini menjadi pembuka rangkaian IRF 2026 yang puncaknya akan berlangsung di Studio Mugidance, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, pada Sabtu 17 Januari 2026 mendatang.
Pementasan seni di ruang publik tersebut digelar sebagai upaya mendekatkan seni kepada masyarakat sekaligus mengajak publik lebih peduli terhadap kelestarian alam sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah hujan.
Salah satu daya tarik utama adalah penampilan Kanae Asakawa, penari asal Jepang, yang akan mengajak masyarakat ikut menarikan tarian tradisional Jepang, Kashigaya Bon Odori.
“Saya akan mengenalkan tarian tradisional dari tanah kelahiran saya, yaitu Kashigaya Bon Odori,” ujar Kanae, Sabtu (10/1/2026).
Tak hanya Jepang, pre event IRF 2026 juga akan dimeriahkan penari dari Taiwan serta seniman asal Lombok Timur. Selain itu, ibu-ibu dan anak-anak RT 01 RW 07 Pucangan binaan Studio Mugidance turut ambil bagian, menambah semarak CFD Kartasura.
Direktur Artistik IRF 2026, Mugiyono Kasido, mengatakan sajian seni di CFD dirancang inklusif dan merakyat. “Ibu-ibu dan anak-anak binaan Studio Mugidance juga akan tampil mengisi CFD,” ungkapnya.
Ragam tarian tradisional Jawa akan melengkapi penampilan, dengan kehadiran Master Mugiyono Kasido yang diyakini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung CFD.
Pertunjukan dijadwalkan dimulai sekira pukul 07.00 WIB dengan konsep karnaval berjalan kaki dari titik awal CFD di gapura masuk Benteng Kartasura. Para penampil akan menari sambil berjalan menuju titik pentas, diiringi musik live dari alat musik tradisional seperti bende, bel, dan instrumen etnik lainnya.
Pre event ini diharapkan menjadi pemantik antusiasme masyarakat menjelang gelaran utama International Rain Festival 2026, sekaligus menegaskan Kartasura sebagai ruang pertemuan seni lintas budaya.(SKH)



