menu search

Resmi Pimpin IPSI Sukoharjo, Marjono Pasang Target 2 Emas Porprov 2026

Dari 21 perguruan silat yang ada, 18 perguruan hadir dan sepakat mendukung Marjono

Sabtu, 06 Desember 2025, 23:12 WIB

HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sukoharjo periode 2025–2029, Marjono langsung tancap gas dengan menetapkan target kinerja untuk empat tahun ke depan. Pemilihannya dalam Musyawarah Cabang IPSI yang digelar di Hotel Tosan, Solo Baru, Sabtu (6/12/2025), menjadi awal dari langkah baru memperkuat prestasi dan soliditas pencak silat Sukoharjo.

Dari 21 perguruan silat yang ada, 18 perguruan hadir dan sepakat mendukung Marjono. Dukungan bulat itu mengokohkan mandat besar yang kini ia emban untuk membawa IPSI Sukoharjo ke level lebih tinggi.

Langkah pertama Marjono adalah bersilaturahmi dengan para tokoh sepuh pencak silat serta pimpinan seluruh perguruan untuk menyamakan visi.

“Kami akan memperkuat koordinasi dan konsolidasi. Ini pondasi utama agar IPSI semakin solid,” ujarnya.

Marjono menegaskan akan melanjutkan fondasi baik yang sudah dibangun oleh ketua sebelumnya, Wahyono.

Dalam bidang prestasi, Marjono memasang target minimal dua medali emas di Porprov Jawa Tengah 2026. Dengan enam atlet yang lolos Pra Porprov, ia menilai Sukoharjo memiliki modal kuat.

“Ini kesempatan besar. Begitu struktur kepengurusan terbentuk, kami langsung siapkan tim pelatih dan program latihan menuju Porprov,” tegasnya.

Untuk memperkuat pembinaan atlet, Marjono juga akan membangun kerja sama intensif dengan berbagai lembaga, seperti Dispora dan KONI Sukoharjo. Juga menggandeng perguruan tinggi yang memiliki fasilitas olahraga dan SDM.

“Pencak silat Sukoharjo akan bergerak dengan prinsip kolaborasi, bukan berjalan sendiri. Kami akan manfaatkan teknologi agar prestasi atlet bisa meningkat signifikan,” ujarnya.

Dengan 21 perguruan silat yang memiliki basis massa besar, Marjono menekankan tentang prioritas menjaga keamanan serta meredam potensi gesekan.

“Kamtibmas adalah prioritas. Perlu komunikasi yang rapi dengan para ketua perguruan dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia berkomitmen memastikan seluruh perguruan berjalan harmonis sekaligus mampu berprestasi di tingkat provinsi dan nasional.(SKH)

 

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward