HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Penghargaan dari Kapolda Jawa Tengah pada peringatan HUT Bhayangkara ke-80 tidak membuat jajaran Satuan Pengamanan (Satpam) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) cepat berpuas diri. Sebaliknya, apresiasi tersebut dianggap sebagai amanah untuk terus memperkuat pengamanan kampus dan menjaga sinergi dengan kepolisian dalam mengungkap tindak kejahatan.
Koordinator Keamanan UMS, Agustin Murti, menegaskan penghargaan yang diterima tiga personel Satpam UMS merupakan hasil kerja keras seluruh tim dalam membantu Polri mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Menurutnya, penghargaan itu menjadi motivasi untuk meningkatkan profesionalisme dan pelayanan keamanan di lingkungan kampus.
“Bangga tentu kami rasakan, tetapi penghargaan ini juga menjadi tanggung jawab besar. Kami harus mampu mempertahankan kepercayaan yang sudah diberikan dengan terus bekerja secara profesional,” kata Agustin saat ditemui, Kamis (2/7/2026).
Agustin mengungkapkan, keterlibatan Satpam UMS dalam membantu pengungkapan kasus berawal dari sejumlah laporan gangguan keamanan yang terjadi di dalam maupun sekitar lingkungan kampus. Setiap informasi ditindaklanjuti melalui penelusuran mendalam, mulai dari analisis rekaman CCTV, identifikasi ciri-ciri pelaku, hingga pencocokan data dan keterangan saksi.
Menurutnya, kecepatan merespons laporan serta ketelitian dalam mengolah informasi menjadi faktor penting yang membantu proses pengungkapan kasus sebelum diserahkan kepada aparat kepolisian.
Namun demikian, ia menegaskan Satpam UMS tetap bekerja sesuai kewenangan sebagai satuan pengamanan internal. Apabila kasus berkembang ke ranah pidana atau berada di luar wilayah kampus, penanganannya dilakukan oleh kepolisian melalui koordinasi yang telah terjalin dengan baik.
“Peran kami membantu mengumpulkan informasi awal, bukti, dan hasil penelusuran. Ketika penanganan sudah menjadi kewenangan kepolisian, kami terus berkoordinasi agar proses pengungkapan berjalan maksimal,” ujarnya.
Ia menilai sinergi antara Satpam UMS, kepolisian, dan pihak terkait menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung pengungkapan berbagai kasus kriminal, termasuk curanmor.
Selain menjaga keamanan aset kampus, Satpam UMS juga memperkuat pengawasan kendaraan, meningkatkan pelayanan kepada sivitas akademika, serta menyesuaikan pola pengamanan dengan perkembangan situasi di lapangan.
Agustin menyebut kekompakan antaranggota menjadi modal utama dalam menjalankan tugas sehari-hari. Dengan koordinasi yang solid, setiap persoalan keamanan dapat ditangani secara cepat dan terukur.
“Yang paling penting adalah kebersamaan dalam tim. Kami selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai tugas dan tanggung jawab sebagai pengamanan kampus,” tuturnya.
Penghargaan kepada Satpam UMS diberikan Kapolda Jawa Tengah dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka membantu Polri mengungkap kasus curanmor. Penghargaan tersebut diserahkan di Markas Polda Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026), kepada tiga personel Satpam UMS, yakni Agustin Murti, Dwi Ari Suryo Wibowo, dan Sulardi.
Ke depan, Satpam UMS berkomitmen mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, serta menjaga keamanan lingkungan kampus agar tetap kondusif.
“Loyalitas kepada keluarga besar UMS dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas akan terus menjadi pegangan kami untuk memberikan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika,” pungkas Agustin. (SKH)



