menu search

100 Warga PSHT Diamankan Polisi Saat Konvoi Masuk Kota Surakarta

Selain di Kleco, penyekatan juga dilakukan di sejumlah titik perbatasan kota

Sabtu, 05 Juli 2025, 20:07 WIB

HARIANKOTA.CO, Solo– Polresta Surakarta melakukan penyekatan pergerakan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang hendak memasuki wilayah Kota Surakarta. Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo ini dilaksanakan, pada Sabtu (5/7/2025) dinihari.

Dari hasil penyekatan, salah satunya di Kleco, perbatasan Kartasura Sukoharjo dengan Laweyan Kota Surakarta, petugas berhasil mengamankan sebanyak 100 warga PSHT yang datang secara konvoi dari arah Kartasura. Mereka diketahui berasal dari berbagai wilayah luar kota, seperti Karanganyar, Sragen, Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali.

“Selain mengamankan 100 warga PSHT , petugas juga melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas berupa 9 lembar tilang. Barang bukti yang diamankan meliputi 3 buah STNK dan 6 unit sepeda motor berknalpot brong. Kami juga menyita 4 botol miras jenis ciu ukuran 600 ml,” kata Kabag Ops Polresta Surakarta, Kompol Engkos Sarkosi.

Selain di Kleco, penyekatan juga dilakukan di sejumlah titik perbatasan kota, di antaranya Tugu Makutho, Tugu Lilin Pajang, Banyuanyar, Jurug, Tanjung Anom, Mojo, serta ring road Mojosongo.

“Kegiatan ini melibatkan kekuatan penuh dari personel gabungan fungsi Polresta Surakarta,” terang Engkos.

Ia menyampaikan, bahwa penyekatan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas yang mungkin terjadi seiring dengan adanya kegiatan pengesahan warga baru PSHT yang diselenggarakan di Kampus Universitas Mambaul Ulum Surakarta.

“Kami melakukan penyekatan di sejumlah akses masuk kota untuk mengantisipasi potensi pergerakan massa yang berisiko menimbulkan kerawanan. Langkah ini bersifat preventif, humanis, dan terukur,” ujar Engkos.

Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas dan memberikan imbauan secara persuasif kepada warga agar tidak melakukan konvoi ataupun kegiatan yang dapat memicu kerumunan dan potensi gesekan antar kelompok.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk menjaga Surakarta tetap aman dan kondusif. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tertib dan tidak terprovokasi oleh ajakan yang dapat memicu konflik,” pungkasnya. (SLO)

 

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward