HARIANKOTA.CO, Sukoharjo – Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Supri Siswanto resmi menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 di Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Kamis (6/11/2025).
Program lintas sektor yang berlangsung sejak 8 Oktober hingga 6 November itu berhasil menyelesaikan pembangunan talut jalan dan rabat beton jalur pertanian yang kini dapat dimanfaatkan langsung oleh warga.
Dalam upacara penutupan di Lapangan Desa Cangkol, Dandim menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pemerataan pembangunan di pedesaan.
“Dengan rampungnya infrastruktur pertanian ini, diharapkan produktivitas petani meningkat. Akses jalan yang baik akan memperlancar transportasi hasil panen dan mendukung program swasembada pangan,” ujar Letkol Inf Supri Siswanto.
Selain kegiatan fisik, TMMD Sengkuyung IV juga menghadirkan berbagai program nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, pertanian, keluarga berencana, penanganan stunting, hingga layanan administrasi kependudukan. Semua kegiatan tersebut melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
“Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan TMMD. Pembangunan tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” imbuhnya.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang turut hadir dalam acara penutupan memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI dan seluruh elemen masyarakat atas kerja keras selama pelaksanaan TMMD.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Program TMMD sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi petani yang kini memiliki akses jalan pertanian yang lebih baik. Saya harap hasil pembangunan ini dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pesan Bupati Etik.
Dengan selesainya proyek TMMD di Desa Cangkol, para petani kini dapat mengangkut hasil panen dengan lebih mudah dan cepat. Infrastruktur yang lebih memadai diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.(SKH)





