menu search

Diduga Alami Gangguan Bipolar, Mahasiswi UIN Raden Mas Said Nekat Lompat dari Gedung Laboratorium

Pihak UIN Raden Mas Said menyatakan bahwa korban sebelumnya juga sudah dilakukan pendampingan khusus

Jumat, 17 Oktober 2025, 23:26 WIB

HARIANKOTA.CO, Sukoharjo — Suasana tenang di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Kartasura, mendadak berubah mencekam pada Jumat (17/10/2025) pagi. Seorang mahasiswi bernama Hanna Putri Nugrahani (21) diduga nekat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai atas gedung laboratorium kampus sekitar pukul 10.45 WIB.

Mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah asal Kerten, Laweyan, Surakarta, yang berdomisili di Perum Anggrek Krisan 2, Blulukan, Colomadu, itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit UNS Pabelan dalam kondisi kritis. Namun, luka parah yang dialaminya membuat nyawanya tak tertolong.

Kapolsek Kartasura AKP Tugiyo, mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, membenarkan insiden tragis tersebut.

“Ya benar, korban meninggal dunia di rumah sakit. Kejadiannya saat aktivitas perkuliahan sedang berlangsung,” ujar Tugiyo.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga Hanna melompat dari lantai lima gedung laboratorium saat kampus tengah ramai dengan kegiatan akademik. Beberapa saksi menyebut korban terlihat menyendiri sebelum peristiwa terjadi.

Meski motif pasti belum diketahui, informasi yang beredar di kalangan mahasiswa menyebut korban memiliki riwayat gangguan bipolar dan sempat menjalani pengobatan.

“Kami masih mendalami penyebab korban melakukan tindakan itu. Fokus kami memastikan penyelidikan berjalan sesuai prosedur dan situasi kampus tetap kondusif,” tambah Tugiyo.

Usai kejadian, aparat kepolisian bersama pihak kampus langsung mensterilkan lokasi dan mengatur situasi agar kegiatan perkuliahan dapat kembali berjalan normal.

Sementara pihak UIN Raden Mas Said Surakarta pernyataan resmi menyampaikan turut prihatin, bahwa korban selama ini sudah diketahui menjalani pengobatan, perawatan psikologis dan penanganan psikiater profesional.

Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Dr. Abdullah Faishol, M.Hum, pihak UIN Raden Mas Said menyatakan bahwa korban sebelumnya juga sudah dilakukan pendampingan khusus dari kampus lewat Pusat Studi dan Layanan Psikologi Taqwiya selama proses belajar.

Catatan Redaksi:
Berita ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi atau membenarkan tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan psikis atau gejala gangguan mental, segera cari bantuan profesional.

Di Sukoharjo, RSUD Ir. Soekarno menyediakan layanan psikiatri dengan dokter spesialis jiwa berpengalaman melalui Poliklinik Psikiatri (konsultasi, psikoterapi, dan layanan untuk anak serta remaja). Hubungi (0271) 593118 atau WhatsApp 0811-2542-555 untuk mendapatkan pendampingan. (Sapto/SKH)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward