menu search

Doa Bersama Warga Solo, Dorong Proses Hukum Pelaku Kerusuhan

Doa bersama ini diikuti ormas, pedagang, pengayuh becak, juru parkir, hingga elemen masyarakat lain

Kamis, 11 September 2025, 22:34 WIB

HARIANKOTA.CO, Solo – Desakan agar aparat segera menangkap dan menindak tegas pelaku kerusuhan di Kota Solo makin menggema. Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) bersama budayawan menggelar doa bersama bertajuk umbul dungo di Plaza Sriwedari, Kamis (11/9/2025), sembari menyerukan komitmen menjaga keamanan kota.

Ketua Forum Budaya Mataram (FBM), BRM Dr Kusumo Putro, menegaskan Kota Solo sebagai kota budaya tidak boleh dibiarkan hancur akibat ulah provokator. Ia yang juga berprofesi sebagai advokat mendesak aparat penegak hukum segera bertindak cepat.

“Solo dibangun puluhan tahun dengan susah payah, jangan sampai dirusak oleh orang-orang yang bukan warga asli. Kami mendesak polisi segera menangkap dan menghukum pelaku kerusuhan sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kusumo.

Selain mendesak penindakan, Kusumo mengingatkan agar pejabat daerah maupun pusat berhati-hati dalam berbicara sehingga tidak memantik kemarahan publik yang bisa memicu kericuhan baru.

Ketua Umum Persatuan Anak Bangsa Surakarta (PABS), Dosy Marta, selaku penyelenggara acara, menilai absennya pejabat Solo dalam doa bersama menunjukkan lemahnya komitmen mereka terhadap masyarakat.

Doa bersama ini kami gelar agar pejabat, wakil rakyat, dan masyarakat bisa duduk bareng, berdoa, serta berkomitmen menjaga Solo tetap damai. Tapi sayang, pejabat yang diundang justru tidak hadir,” sindir Dosy.

Doa bersama ini diikuti ormas, pedagang, pengayuh becak, juru parkir, hingga elemen masyarakat lain yang sepakat, bahwa Solo harus dijaga, dan pelaku kerusuhan wajib diproses hukum secepatnya. (SLO)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward