HARIANKOTA.CO, Sukoharjo– Persoalan sampah di wilayah Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, makin mengkhawatirkan. Selain problem pengelolaan tempat penampungan sampah yang kurang memadai, juga dipicu rendahnya kesadaran masyarakat.
Sejumlah relawan dari Komunitas Peduli Sungai (KPS) turun di aliran Kali Jenes, tepatnya di bendungan Kleco. Mereka sejak beberapa hari terakhir melakukan aksi membersihkan sampah dengan cara memasang sekat menggunakan jaring pelampung.
Kondisi aliran Kali Jenes yang melintas di wilayah Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, makin mengkhawatirkan dalam situasi darurat sampah. Penyebab utamanya adalah masyarakat yang sengaja membuang sampah di sungai bersejarah itu.
Atas persoalan sampah tersebut, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, merespon dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 600.4/08 Tahun 2025 tentang kewajiban melaksanakan pengelolaan sampah di tingkat desa/ kelurahan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agus Suprapto, menyampaikan bahwa terbitnya SE Bupati tentang pengelolaan sampah melalui desa/kelurahan sebagai upaya untuk mengurangi sampah yang dibuang sembarangan.
“Kami prihatin atas persoalan sampah di Kartasura yang dipicu rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama sungai. Upaya para relawan memasang jaring pelampung penahan sampah ini patut kita apresiasi. Namun itu belum menyentuh akar masalahnya,” katanya, Rabu (25/6/2025).
Ia menekankan tentang pentingnya edukasi menyeluruh agar masyarakat tidak sembarangan membuang sampah, apalagi di sungai. Disadari bahwa penanganan persoalan sampah tidak bisa hanya bergantung kepada pemerintah saja.
“Kami mendorong adanya keterlibatan aktif dari pihak kecamatan, kepala desa, dan stakeholder lainnya. Pengelolaan sampah diharapkan selesai di tingkat desa/kelurahan. Untuk titik-titik rawan pembuangan sampah seperti sekitar jembatan, bisa diupayakan pemasangan papan peringatan yang memuat sanksi denda dan hukuman,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, saat dikonfimasi membenarkan terkait aksi para relawan tersebut. Diakui volume sampah yang dibuang warga disepanjang Kali Jenes wilayah Kartasura, lumayan banyak.
“Sejauh ini teman-teman relawan dari kelompok peduli sungai ini sudah sering melakukan pembersihan. Kebetulan lokasinya di perbatasan Kartasura dengan Laweyan. Sampah yang disana itu mayoritas kiriman warga di wilayah Kartasura,” jelasnya.
Menurut Ariyanto, para relawan yang turun ke sungai membersihkan sampah sejak beberapi hari terakhir, kebanyakan juga warga Kartasura, tepatnya dari Desa Makamhaji. Disebutkan, aksi bersih -bersih sampah Kali Jenes juga mendapat dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).
“Untuk jaring pelampung penyekat sampah yang dipasang, infonya dari Pemkot Surakarta. Semula mereka menggunakan beberapa ban yang diikat sebagai pelampung untuk menjaring sampah,” bebernya.
Menyinggung tentang solusi penyelesaian persoalan sampah yang dibuang warga di sungai, Ariyanto menyatakan, perlu ada komitmen bersama melalui forum lintas sektoral. Diakui, kesadaran warga untuk tidak membuah sampah di sungai masih sangat rendah.
“Sebenarnya sudah ada Perda tentang sampah, tapi itu diabaikan. Contohnya, membakar sampah sembarangan itu kan nggak boleh. Aruran ini memang harus terus disosialisasikan dengan melibatkan tokoh masyarakat terutama di tingkat RT,” imbuhnya. (Sapto/SKH)





