menu search

Pertama di Indonesia, Silicon Valley Solo Siap Bangun Ekosistem Inovasi dan Teknologi

Bahasa Inggris menjadi keterampilan utama yang harus dikuasai agar dapat bersaing di pasar global

Sabtu, 09 Agustus 2025, 18:03 WIB

HARIANKOTA.CO, Solo– Sebuah ekosistem inovasi dan teknologi bernama Silicon Valley Solo (SVS) akan segera berdiri di Kota Solo, menghubungkan mahasiswa, wirausahawan, dan pemimpin teknologi global.

Proyek pelatihan dan pendidikan tenaga kerja untuk pasar luar negeri ini diinisiasi oleh CEO Parallaxnet USA, Mazhar Durrani, bersama pengusaha asal Solo, Iskandar, yang berlatar sarjana pendidikan.

Durrani dalam acara sosialisasi dan perkenalan menjelaskan, pihaknya memilih Solo sebagai pusat pengembangan SVS karena kota ini memiliki kekayaan budaya, universitas yang kuat, dan potensi besar dalam dunia teknologi.

“Solo letaknya strategis, memiliki kekayaan budaya, serta sejarah yang mendalam, sehingga berpotensi besar menjadi pusat teknologi global,” ujar Durrani saat ditemui di gedung SVS yang menempati eks Hotel Sanastri, Penumping, Solo, Sabtu (9/8/2025).

SVS berfokus pada menyediakan pelatihan teknologi kelas dunia yang dapat diakses semua lapisan masyarakat. Program-program unggulannya meliputi Internet of Things (IoT), keamanan siber, perangkat lunak sumber terbuka, Bahasa Inggris tingkat lanjut, dan inkubasi startup.

“Kami ingin memberikan peluang bagi talenta lokal untuk bekerja di industri teknologi dunia,” tambah Durrani.

Proyek ini juga bertujuan mendukung perekonomian lokal dengan menciptakan lapangan kerja, menarik investor, dan mengembangkan startup lokal. SVS diperkirakan akan memberi dampak besar terhadap ekosistem teknologi yang mandiri dan berkelanjutan.

Durrani menyebutkan bahwa tantangan terbesar SVS adalah membangun ekosistem teknologi dari nol. Meskipun demikian, ia optimis dengan dukungan berbagai mitra, seperti Virtalus, Parallaxnet, dan universitas lokal, proyek ini akan sukses.

“Visi kami adalah menjadikan SVS sebagai pusat teknologi terkemuka di Asia Tenggara pada 2030, dengan ribuan lulusan dan ratusan perusahaan rintisan,” tandas Durrani.

Sementara, Iskandar selaku mitra Durrani menambahkan bahwa SVS akan dibuka pada Oktober 2025 dan bertujuan melatih generasi muda tidak hanya di Solo Raya, namun juga daerah lain di Indonesia.

“Harapannya, kami bisa membantu generasi muda mengenai cara mendapatkan pekerjaan yang selama ini tidak pernah terbayangkan oleh mereka. Bahwa ternyata diluar negeri itu banyak kesempatan dan peluang kerja secara online,” jelasnya.

Iskandar menjelaskan, peluang kerja internasional saat ini banyak dimanfaatkan oleh negara-negara seperti India, Pakistan, dan Filipina. “Bahasa Inggris menjadi keterampilan utama yang harus dikuasai agar dapat bersaing di pasar global,” tambahnya. (Sapto/ SLO)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward