menu search

PDAM Semarang Tegaskan: Air Bersih Tak Terdampak Kasus Mayat di Reservoir

Hingga saat ini pihak penyidik dari Polrestabes Semarang telah memeriksa delapan orang saksi

Jumat, 22 Agustus 2025, 17:56 WIB

HARIANKOTA.CO, Semarang – Penemuan mayat di Reservoir Siranda, Kota Semarang, sempat menimbulkan keresahan masyarakat yang khawatir air PDAM tercemar. Namun, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, Yudi Indardo, menegaskan bahwa air pelanggan tidak terdampak sama sekali, karena reservoir tersebut sudah dua bulan terakhir tidak digunakan.

“Reservoir Siranda sejak Maret 2025 hanya difungsikan sebagai cadangan. Terakhir dipakai pada 5 Juli 2025 untuk back up sekira 3.000 pelanggan atau 1,5 persen dari total pelanggan. Itu pun hanya 7–8 jam saja, dan setelah itu tidak digunakan lagi,” tegas Yudi, Jumat (22/8/2025) dikutip dari Humas Polda Jateng.

Ia menjelaskan, reservoir itu memang tidak dijaga 24 jam penuh karena hanya berfungsi sebagai cadangan. Petugas hanya melakukan pengecekan rutin dari luar, sementara pengecekan teknis dilakukan ketika akan dipakai untuk distribusi air. “Sejak 29–30 Juli hingga korban ditemukan pada 16 Agustus, Reservoir Siranda sama sekali tidak digunakan,” tambahnya.

Pasca penemuan mayat, PDAM langsung menguras reservoir, membersihkan, serta menyemprotkan disinfektan. Air yang tercemar pun dibuang melalui saluran khusus yang terpisah dari jaringan distribusi pelanggan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan penyelidikan masih berlangsung. Polisi sudah memeriksa delapan saksi dan rekaman CCTV yang menunjukkan korban terakhir kali terlihat diantar dua rekannya ke sekitar lokasi reservoir pada 30 Juli 2025, dan ditemukan sudah menjadi mayat di reservoir PDAM pada 16 Agustus 2025.

“Sebagai bahan penyelidikan hingga saat ini pihak penyidik dari Polrestabes Semarang telah memeriksa delapan orang saksi. Terhadap jenazah korban atas nama Dion Kusuma Pratama (21) juga telah dilakukan visum et repertum (VER), diharapkan hasilnya nanti akan jadi petunjuk bagi penyidik untuk mengungkap kasus tersebut,” ujarnya.

“Kami berharap keterangan ini meluruskan keresahan publik. Tidak benar jika air tercemar mayat itu sempat dialirkan ke pelanggan. Air PDAM tetap aman dan layak konsumsi,” tandas Artanto.(SMG)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward