menu search

Viral Bangunan Kecil di Sawah Milik Dispertan Boyolali Telan Anggaran Rp112 Juta, Ternyata Ini Isinya

Bangunan tersebut merupakan rumah pompa sumur dalam yang difungsikan untuk irigasi lahan pertanian

Kamis, 18 September 2025, 18:00 WIB

HARIANKOTA.CO, Boyolali– Sebuah unggahan foto penampakan bangunan kecil yang berdiri di areal pesawahan Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, viral jadi sorotan warga di dunia maya.

Bangunan yang diketahui milik Dinas Pertanian (Dispertan) Pemkab Boyolali itu menjadi sorotan lantaran bentuknya yang sangat sederhana namun di tembok bangunan terdapat papan dengan tulisan anggaran pembuatan Rp112 juta.

Viral bangunan ‘seiprit’ (kecil sekali-Red) biaya selangit, telan Rp112 juta,” bunyi tulisan dalam postingan foto bangunan itu, dikutip pada Kamis (18/9/2025).

Postingan foto itu dibagikan di sejumlah akun media sosial aku Facebook Jagongan Solo dan X (Twitter) milik akun Egon @cdontact. Kemudai akun @gagaksipat.kabupaten boyolali di media sosial TikTok.

Selain foto penampakan bangunan juga ada foto papan proyek dari Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Boyolali dengan penjelasan bahwa itu merupakan bangunan irigasi perpompaan untuk Kelompok Tani Sido Mukti I yang anggarannya dari APBD 2024 sebesarRp112 juta dengan waktu pengerjaan selama 30 hari kalender.

Menanggapi postingan viral tersebut, Dispertan Boyolali menjelaskan, bahwa bangunan tersebut merupakan rumah pompa sumur dalam yang difungsikan untuk irigasi lahan pertanian.

“Jadi bukan hanya bangunannya ya (Rp112 juta-Red). Di papan proyek memang tidak memuat RAB-nya. Anggaran sebesar Rp 112 juta itu mencakup seluruh pekerjaan, mulai dari pembuatan sumur, cassing, hingga pembelian pompa sibel dan kebutuhan irigasi,” kata Sekretaris Dispertan Boyolali, Retno Nawangtari saat dikonfirmasi wartawan.

Dia menjelaskan, di dalam bangungan kecil yang viral itu ada panel listrik untuk pompa sumur dalam, berfungsi sebagai pusat pengatur dan penyedia daya listrik yang aman bagi pompa.

Menurut Retno, unggahan foto yang bikin heboh medsos hanya melihat sekilas bentuk bangunan kecil dari sisi luarnya. Padahal didalamnya merupakan rumah pompa irigasi pertanian .

“Anggaran Rp112 juta itu mencakup keseluruhan, yaitu pengeboran sumur dalam dengan kedalaman lebih dari 60 meter. Sebab jika hanya menggunakan sumur dangkal, bakal mengganggu sumur- sumur penduduk di sekitarnya. Belum lagi mesin pompa hingga pipa irigasinya. Jadi yang di medsos itu kurang tepat,” jelasnya

Retno menambahkan, program irigasi perpompaan sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan di Boyolali. Dengan adanya sumur dalam dan pompa, petani di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tadah hujan.

“Lahan pertanian tetap produktif meski di musim kemarau. Kalau biasanya hanya bisa panen padi sekali dalam setahun, maka kini petani bisa panen dua kali setahun.,” pungkasnya. (BYL)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward