menu search

Kapolres Boyolali Tegaskan Unsur Penganiayaan: Pemuda di Ngemplak Tewas Ditusuk Usai Cekcok Akibat Miras

Malam sebelum kejadian, korban pamit kepada orang tuanya untuk mengembalikan celana

Selasa, 26 Agustus 2025, 18:55 WIB

HARIANKOTA.CO, Boyolali– Seorang pemuda bernama Resta Surya Andriano (19), warga Dukuh Mojoasri, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, tewas dengan luka tusuk di dada kiri, Selasa (26/8/2025) dini hari. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh teman-temannya, namun nyawanya tidak tertolong.

Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, menegaskan bahwa korban diduga kuat menjadi korban penganiayaan yang dipicu cekcok saat pesta miras (minuman keras). Peristiwa tragis itu kini ditangani secara intensif oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Boyolali.

“Iya, tadi pagi kami menerima laporan adanya kasus penganiayaan di wilayah Ngemplak yang mengakibatkan satu orang pemuda meninggal dunia. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui korban sebelumnya sedang minum-minum bersama teman-temannya. Terjadi cekcok dan ketersinggungan, hingga akhirnya pelaku melakukan penganiayaan yang berujung kematian,” kata kapolres saat dikonfirmasi wartawan.

Ia menyampaikan, pihak kepolisian akan melakukan rilis resmi kepada media untuk memaparkan perkembangan penyidikan dan upaya pengejaran pelaku. Autopsi juga tengah dilakukan di RSUD Dr Moewardi Solo untuk memastikan penyebab kematian korban secara medis.

Sementara itu, di rumah duka, Surono (43), paman korban, mengungkapkan bahwa keluarga mendapat kabar duka menjelang subuh. “Sekira mau subuh tadi saya dibangunkan, dikasih kabar kalau Resta sudah meninggal. Temannya yang ngasih tahu, katanya Resta sudah di rumah sakit,” tuturnya.

Saat mendatangi rumah sakit, Surono melihat dengan mata kepala sendiri luka tusuk di dada kiri keponakannya. “Luka ada di dada sebelah kiri, seperti tusukan. Dari keterangan teman-temannya juga begitu,” jelasnya.

Diketahui, malam sebelum kejadian, korban pamit kepada orang tuanya untuk mengembalikan celana. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan sehari-hari membantu orang tuanya bekerja sebagai tukang batu.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku. “Harapan kami, pelaku cepat ditangkap dan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum,” tandas Surono. (BYL)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward