HARIANKOTA.CO, Boyolali– Warga Dukuh Garen, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, digemparkan oleh penemuan mayat seorang pria dalam kondisi membusuk di sebuah warung Hik tak berpenghuni, Selasa (2/9/2025) sekira pukul 14.30 WIB.
Jasad pria tersebut ditemukan bersandar di kursi dalam posisi duduk, tubuhnya sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk menyengat, yang menyebar hingga ke lingkungan sekitar. Penemuan ini sontak membuat warga sekitar berkerumun dan melapor ke pihak kepolisian.
Dari hasil penelusuran identitas, korban diketahui berinisial S (55), warga Mojorejo, Desa Grudo, Kabupaten Ngawi.
Penemuan mayat bermula dari kecurigaan seorang warga yang melihat sepeda motor Yamaha Vega R terparkir di lahan kosong selama tiga hari berturut-turut di sebelah selatan Flyover Pandeyan II. Merasa ada kejanggalan, warga akhirnya mendekat ke warung dan mengecek bagian dalam.
“Saat dicek, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal, tubuhnya membengkak dan bau busuk menyengat. Kejadian langsung kami laporkan,” ujar salah satu warga yang menjadi saksi.
Polsek Ngemplak yang menerima laporan segera menuju lokasi bersama Tim Medis Puskesmas Ngemplak dan Inafis Polres Boyolali. Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Selain jasad korban, petugas juga mengamankan satu bungkus obat dan satu unit sepeda motor Yamaha Vega R yang terparkir di depan warung.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes dan telah lama rutin mengonsumsi obat. Keluarga juga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Keluarga sudah membuat pernyataan resmi untuk tidak dilakukan autopsi,” jelas Kapolsek Ngemplak AKP Widarto, mewakili Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto.
Berkaca dari kasus tersebut, polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor apabila menemukan kejadian mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Kami sudah mengambil langkah sesuai prosedur. Kami imbau warga tetap tenang dan proaktif jika melihat hal-hal tidak biasa,” tutup Widarto. (BYL)









