menu search

Perjalanan Terakhir di Kursi A-1: Cerita Kepergian Mendadak Seorang Penumpang Bus

Semua mengarah pada dugaan serangan jantung, penyakit yang menurut keterangan keluarga memang telah lama diderita almarhum

Rabu, 06 Agustus 2025, 16:52 WIB

HARIANKOTA.CO, Boyolali– Suasana sore di Karanggede, Boyolali, yang biasanya tenang, mendadak berubah haru pada, Senin (4/8/2025). Sebuah bus antarkota jurusan Sragen–Jakarta, yang tengah singgah sejenak di sebuah agen kecil di Desa Kebonan, menjadi saksi bisu kepergian seorang penumpang dalam sunyi.

Di kursi sleeper A-1, Jumino (43), warga Kembangan Utara, Jakarta Barat, duduk seperti biasa. Ia sempat turun dari bus ketika berhenti di agen Bus Berlian Jaya. Beberapa menit kemudian, ia kembali naik dan kembali ke tempat duduknya. Namun itu ternyata menjadi tempatnya berpulang.

“Awalnya beliau duduk seperti biasa, tampak lelah, tapi tidak ada yang mencurigakan. Tapi beberapa menit kemudian, saat dipanggil, beliau tidak merespons. Kami coba bangunkan, tapi tidak bergerak,” tutur Triyanto (27), kenek bus yang kala itu bertugas.

Situasi di dalam bus seketika berubah. Sang sopir dan kru segera memutuskan untuk membawa Jumino ke RS Sisma Medika Karanggede. Sayangnya, harapan untuk menyelamatkannya pupus. Pihak medis menyatakan bahwa pria paruh baya itu telah meninggal dunia.

Dokter tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Semua mengarah pada dugaan serangan jantung, penyakit yang menurut keterangan keluarga memang telah lama diderita almarhum.

Kapolsek Karanggede, AKP Suramto Widodo, mengonfirmasi bahwa laporan diterima dengan cepat dan situasi ditangani secara tertib. Keluarga juga sudah dihubungi dan menerima musibah ini dengan ikhlas.

“Mereka juga menolak autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi,” ujarnya, seperti dikutip dari Humas Polres Boyolali, pada Rabu (6/8/2025).

Jumino akhirnya pulang, bukan sebagai penumpang biasa, tapi sebagai jenazah yang diantar dengan duka. Tidak ada jeritan atau tangisan histeris saat penanganan berlangsung, hanya keheningan yang menghormati seorang pria yang menghembuskan napas terakhirnya di tengah perjalanan pulang.

Barangkali, tidak ada yang pernah benar-benar siap untuk perjalanan terakhir. Tapi untuk Jumino, kursi A-1 menjadi tempatnya berpulang dengan tenang di tengah laju roda bus yang tak pernah berhenti.(BYL)

Berita Lainnya

Berita Terkini

arrow_upward